Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bregada Iringi Wisudawan UGM

Editor Content • Kamis, 26 November 2020 - 16:03 WIB
HUJAN: Bregada atau prajurit mengawal sejumlah wisudawan perwakilan tiap-tiap fakultas pada prosesi wisuda dengan protokol kesehatan di Balairung UGM, Sleman,(25/11).(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
HUJAN: Bregada atau prajurit mengawal sejumlah wisudawan perwakilan tiap-tiap fakultas pada prosesi wisuda dengan protokol kesehatan di Balairung UGM, Sleman,(25/11).(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta menggelar wisuda program sarjana dan diploma periode 1 tahun akademik 2020/2021 Rabu (25/11). Wisuda di tengah pandemi Covid-19 kali ini dilaksanakan secara luring dan daring, diikuti 6.794 mahasiswa.

Awalnya, wisuda luring atau langsung ini digelar di halaman Balairung, Gedung Pusat UGM. Karena hujan, prosesi wisuda pindah ke dalam ruangan aula. Wisuda ini hanya diikuti belasan mahasiswa, perwakilan dari masing-masing fakultas. Dan yang menarik, mereka diirigi belasan bregada.

“Wisuda merupakan momentum penting yang ditunggu-tunggu. Sekalipun hanya mampu merayakan lewat daring,” ungkap Tatasurya Trisista, wisudawati Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) saat dihubungi Radar Jogja Rabu  (25/11).

Photo
Photo


Menurutnya, momentum wisuda kali ini sangat mengharukan. Di luar ekspektasi, momentum wisuda yang biasa dirayakan bersama keluarga, kini hanya duduk menghadap laptop. “Tanpa pakaian toga dan tanpa dampingan orang tua,” ucapnya sedih.

Ya, keluarganya tinggal di Bangka Belitung. Jika harus datang ke Jogja, justru akan menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Namun demikian, menurutnya, wisuda daring jauh lebih aman. Meminimalisasi persebaran virus korona.
Meski dalam situasi pandemi, pihaknya tak patah arang dan tetap semangat. Sebab ini bukan akhir pencapaian. Masih ada tantangan baru berikutnya. “Ini adalah proses penciptaan jati diri. Tantangan baru mencari pekerjaan saat pandemi bukanlah hal mudah,” tuturnya.

Sementara prosesi luring, belasan bregada turut menyemarakkan acara ini. Meski demikian, pelaksanaannya sesuai protokol kesehatan (prokes). Penyerahan ijazah dilakukan secara simbolik. Mahasiswa yang mengikuti daring, secara mandiri dapat mengambil di kampus UGM. Dan yang rumahnya jauh, ijazah dikirimkan melalui pos.

Rektor UGM Panut Mulyono mengungkapkan, pandemi menjadi awal baru tatanan sistem kehidupan. Mengubah banyak hal dan memaksa setiap orang harus membiasakan adaptasi baru. Demikian pula dengan penyelenggaraan upacara wisuda di kampusnya.

“Setelah sempat tertunda beberapa waktu, akhirnya wisuda bisa kembali diselenggarakan secara daring dan luring sangat terbatas,” ucapnya. Dia berpesan kepada wisudawan agar tetap semangat meski kondisi demikan.
Panut juga berharap wisudawan UGM dapat berkonstribusi dalam penanganan pandemi ini. Total mahasiswa yang diwisuda itu, sebagian prosesi wisuda yang sempat tertunda pada Mei dan Agustus 2020. Pelaksanaanya baru bisa dilakukan saat ini. (mel/laz) Editor : Editor Content
#UGM #universitas gadjah mada #Sleman #Gedung Pusat UGM #Balairung #Wisudawan UGM #Jogjakarta