MUNGKID — Para santri di bawah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diajak mewujudkan kemandirian ekonomi. Harapannya santri tidak hanya religius, tetapi juga cakap finansial, berjiwa wirausaha, dan berperan aktif dalam pembangunan ekonomi berbasis syariah.
Karena itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama menggelar kegiatan Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (Febis) dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (Sakinah) di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Senin (20/10). Dalam rangka merayakan hari santri.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pesantren menjadi mitra strategis OJK dalam memperluas ekosistem keuangan syariah. Mengingat santri merupakan bagian penting dari segmen prioritas pengembangan inklusi keuangan.
Terlebih, lanjut dia, OJK memiliki 10 segmen prioritas seperti perempuan, difabel, santri, hingga pelajar. Santri dinilai potensial karena mereka generasi penerus bangsa. "Mereka bisa menjadi pelaku, penggerak, maupun konsumen produk ekonomi syariah," lontar Kiki, sapaanya.
Baca Juga: Duh Kawasan YIA Terancam Abrasi, Pembangunan Pengaman Pantai Glagah hingga Congot pun Dikebut
Program Sakinah dan Febis sendiri, kata Kiki, bukan kali pertama dilakukan OJK dan akan terus dikembangkan di berbagai daerah sebagai bagian dari komitmen memperkuat literasi keuangan syariah nasional.
Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Achmad Izzuddin menyebut, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi santri untuk memperingati HSN dengan cara yang lebih bermakna. "Ini satu kegiatan yang kita harapkan menjadi wajah baru bagaimana santri merayakan HSN dengan kegiatan mulia, santri cakap literasi," terangnya.
Baca Juga: Hujan Tak Menentu, Petani Gunungkidul Pilih Tunda Tanam hingga Musim Hujan Tiba
Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Ekonomi Fahmy Akbar Idries menegaskan, program ini menjadi wujud konkret PBNU dalam mendorong gerakan ekonomi umat berbasis literasi dan pemberdayaan usaha. "Gerakan ekonomi ini punya tiga pilar, yaitu edukasi, inkubasi, dan akselerasi," ujar Fahmy.
Edukasi dilakukan untuk semua kalangan, dari anak sekolah, mahasiswa, santri, sampai warga NU pagar memahami secara baik dan benar. Inkubasi dilakukan untuk menyemai semangat kewirausahaan para pelaku usaha mikro. Lalu, akselerasi mendorong usaha menengah agar berkembang lebih cepat dan berdampak luas. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo