MAGELANG – Universitas Tidar (Untidar) mengalihkan perkuliahan ke sistem daring selama empat hari, mulai 1–4 September 2025. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk mitigasi atas kondisi sosial politik nasional dan keamanan di wilayah Magelang yang dinilai belum stabil.
Keputusan tersebut dituangkan dalam pengumuman resmi bernomor B/3053/UN57/PK.01.00/2025 yang ditandatangani Rektor Untidar Prof Sugiyarto. Dalam surat itu, pihak kampus menegaskan bahwa pembelajaran daring dipilih demi menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh civitas akademika.
Baca Juga: Pembelajaran Daring untuk Sekolah Swasta dan Negeri di Jogja Hanya Berlaku Dua Hari
Sugiyarto menyebut, langkah ini juga merupakan hasil rapat bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Minggu (31/8) malam. "Kami memutuskan kuliah daring empat hari, sementara untuk kegiatan yang mendesak seperti praktikum tetap dilakukan secara luring," jelasnya, Senin (1/9).
Dia menambahkan, kebijakan tersebut juga selaras dengan langkah beberapa perguruan tinggi besar lain yang lebih dulu memilih perkuliahan daring. "Ini bagian dari mitigasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," sambungnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar Prof Suyitno menegaskan, alasan utama keputusan ini adalah menjaga keselamatan mahasiswa serta menciptakan suasana kondusif di lingkungan kampus.
Dengan sistem daring, kata dia, bisa mengurangi kerumunan dan mencegah mobilitas besar mahasiswa. "Sekaligus mengurangi potensi risiko yang mungkin muncul," lontarnya.
Dengan langkah ini, Suyitno berharap, Untidar berharap kegiatan akademik tetap berjalan lancar meski situasi sekitar tengah penuh dinamika. (aya)
Editor : Heru Pratomo