JOGJA - Mempersiapkan bonus demografi Indonesia Emas 2045, Dinas Koperasi UKM DIY menggelar inkubasi bisnis kawula muda. Dengan mengajak 83 siswa dan alumni SMK se-DIY. Tujuannya untuk membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan pelajar dan alumni SMK.
Kepala Dinas Koperasi UKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan, kegiatan inkubasi bisnis bagi siswa SMK ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk mempersiapkan generasi muda yang akan berperan pada 2045 mendatang. Kegiatan tersebut pun dibiayai melalui dana keistimewaan.
"Tentu nanti ada yang akan melanjutkan pendidikannya tapi ada pula yang karena alasan ekonomi bisa jadi pengusaha," kata Siwi, sapaannya, dalam pembukaan Inkubasi Bisnis Kawula Muda Dinas Koperasi UKM DIY Kamis (24/7).
Diakuinya, salah satu tantangan adalah konsistensi di kalangan pelajar. Karena itu dengan pembinaan dan mentoring yang dilakukan, dari 80 siswa yang ikut bisa tersaring hingga 40 siswa yang menjadi bibit entrepreneur di DIY.
"Kami tidak bisa menekan, tapi hanya melakukan pembinaan dan mentoring, memberikan gambaran ke depan apa yang akan dihadapi dan apa yang harus diwujudkan," ungkapnya.
Karena itu, mantan penjabat Bupati Kulon Progo itu menyebut selama kegiatan akan dilakukan simulasi layaknya menjadi pengusaha. Termasuk alam diminta membuat proposal bisnis dan mempresentasikan apa yang akan dikerjakan.
Dalam perencanaannya pun akan memberikan modal pembinaan sebagai stimulus sekaligus apresiasi bagi peserta yang berprogres dan lolos hingga akhir acara.
Kepala Bidang Pembinaan SMK di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Dr. Wiwik Indriyani menambahkan, para peserta adalah pelajar dan alumni program Momenku Siap Berkema dan Wirausaha Belia. Menjadi persiapan SDM dalam rangka memberantas kemiskinan melalui kegiatan entrepreneurship.
"Harapannya setelah lulus dan menjadi alumni bisa ditangkap menjadi UMKM," tuturnya.
Dalam proses pembelajarannya pun, lanjut Wiwik, kini kurikulum untuk siswa SMK sudah memiliki project creative wirausaha. Programnya pun diklaim sangat implementasi. Di antaranya terkait dengan kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) yang tidak melulu untuk magang di perusahaan.
"Tapi kini ada PKL wirausaha, bekerjasama dengan ikatan pengusaha untuk mendampingi selama PKL," paparnya.
Editor : Heru Pratomo