Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dukung Pengurangan Emisi Karbon, SMK Muhammadiyah 3 Jogja Resmikan Unit Produksi Motor Konversi

Fahmi Fahriza • Rabu, 12 Juni 2024 | 16:10 WIB
INOVATIF: Segenap motor listrik hasil konversi yang dibuat oleh siswa SMK Muhammadiyah 3 Jogja.
INOVATIF: Segenap motor listrik hasil konversi yang dibuat oleh siswa SMK Muhammadiyah 3 Jogja.

 

RADAR JOGJA - Puluhan motor konvensional pelat merah milik Pemprov DIY diubah menjadi motor listrik oleh siswa SMK Muhammadiyah 3 Jogja. Proyek motor konversi tersebut merupakan jalanin kerjasama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Pemprov DIY dan SMK Muhammadiyah 3 Jogja.


Kepala SMK Muhammadiyah 3 Jogja Kustejo menjelaskan, proses konversi motor tersebut dilakukan oleh siswa dari jurusan teknik sepeda motor, teknik mesin, dan teknik ketenagalistrikan.


"Unit konversi yang digarap siswa berjumlah 24 motor. Secara umum kami libatkan siswa kelas 11, karena mereka sudah memenuhi kompetensi," sebutnya Selasa (11/6).


Pada kesempatan tersebut, turut diresmikan Teaching Factory (TEFA) Konversi Sepeda Motor Listrik. Sebuah unit yang berisi beragam alat dan bahan untuk membuat motor konversi.


Kustejo membeberkan, bahwa TEFA tersebut nantinya difungsikan untuk melayani konversi motor listrik masyarakat umum. Hal tersebut dinilainya penting dan sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menciptakan green ecosystem dan mengurangi emisi karbon kendaraan konvensional.

"Semua jenis motor, apapun mereknya, bisa dikonversi ke listrik. Kami fasilitasi konversi motor bensin ke listrik, pemasangan baterai dan perawatan rutin," paparnya.


Sementara itu, Ketua Majelis Pendidian Dasar dan Menengah dan Pendidikan Non formal PP Muhammadiyah Didik Suhardi mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh SMK Muhammadiyah 3 Jogja.


Disebutnya, sekolah memiliki peran penting untuk membuat perubahan mindset dan sosialisasi pada para siswa dan masyarakat. Salah satunya soal implikasi motor listrik dalam rangka mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.


Didik cukup menyayangkan karena Indonesia cukup terlambat dalam hal riset dan pengembangan seputar kendaraan listrik. "Seperti di China, motor berbahan fosil sudah tidak diproduksi dan diganti motor listrik," ungkapnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#ESDM #SMK Muhammadiyah 3 Jogja #motor listrik #Muhammadiyah #motor konversi #Emisi Karbon