RADAR JOGJA - Puluhan motor konvensional pelat merah milik Pemprov DIY diubah menjadi motor listrik oleh siswa SMK Muhammadiyah 3 Jogja. Proyek motor konversi tersebut merupakan jalanin kerjasama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Pemprov DIY dan SMK Muhammadiyah 3 Jogja.
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Jogja Kustejo menjelaskan, proses konversi motor tersebut dilakukan oleh siswa dari jurusan teknik sepeda motor, teknik mesin, dan teknik ketenagalistrikan.
"Unit konversi yang digarap siswa berjumlah 24 motor. Secara umum kami libatkan siswa kelas 11, karena mereka sudah memenuhi kompetensi," sebutnya Selasa (11/6).
Pada kesempatan tersebut, turut diresmikan Teaching Factory (TEFA) Konversi Sepeda Motor Listrik. Sebuah unit yang berisi beragam alat dan bahan untuk membuat motor konversi.
Kustejo membeberkan, bahwa TEFA tersebut nantinya difungsikan untuk melayani konversi motor listrik masyarakat umum. Hal tersebut dinilainya penting dan sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menciptakan green ecosystem dan mengurangi emisi karbon kendaraan konvensional.
"Semua jenis motor, apapun mereknya, bisa dikonversi ke listrik. Kami fasilitasi konversi motor bensin ke listrik, pemasangan baterai dan perawatan rutin," paparnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pendidian Dasar dan Menengah dan Pendidikan Non formal PP Muhammadiyah Didik Suhardi mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh SMK Muhammadiyah 3 Jogja.
Disebutnya, sekolah memiliki peran penting untuk membuat perubahan mindset dan sosialisasi pada para siswa dan masyarakat. Salah satunya soal implikasi motor listrik dalam rangka mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Didik cukup menyayangkan karena Indonesia cukup terlambat dalam hal riset dan pengembangan seputar kendaraan listrik. "Seperti di China, motor berbahan fosil sudah tidak diproduksi dan diganti motor listrik," ungkapnya. (iza/eno)