RADAR JOGJA – Terimbas pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan saluran air, SDN Bugel terpaksa direlokasi. Tapi bangunan pengganti sekolah lama belum terbangun. Memaksa siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah warga.
“Paling lama 2 tahun, KBM berlangsung di bangunan sementara, tetapi tetap akan kami percepat,” ucap Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kulon Progo Nur Hadiyanto, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Rabu (3/4).
Nur menjelaskan, butuh waktu sekitar dua tahun agar sekolah baru dapat digunakan untuk proses KBM. Selama menunggu pembangunan, pihaknya telah menyiapkan mekanisme relokasi sementara. Agar proses KBM tidak terganggu. Relokasi sementara, diarahkan ke salah satu rumah warga yang terletak di belakang SDN Bugel. Relokasi harus segera dilakukan karena surat pengosongan sudah diterima.
Dalam menentukan bangunan sementara, pihaknya telah berkonsultasi dengan sekolah dan melalui persetujuan komite yang terdiri dari orangtua wali. Keputusan lokasi sekolah sementara merupakan hak siswa dan walinya. Sehingga diperlukan usulan para wali mengenai lokasi bangunan sekolah sementara.“Memang harus relokasi, tidak bisa regrouping ke sekolah lain,” ucap Nur.
Nur menjelaskan, sistem regrouping hanya berlaku apabila jumlah siswa tak lebih dari 60 siswa. Sedangkan siswa SDN Bugel berjumlah 107 siswa, yang terdiri anak-anak yang berasal dari empat padukuhan sekitar. Selain terkait jumlah, letak sekolah terdekat memiliki radius yang cukup jauh.
Sehingga tidak memungkinkan adanya penggabungan sekolah.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Sekolah Dasar Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikpora Kabupaten Kulon Progo Amalia Aning Puspita menjelaskan, saat ini pihak dinas tengah mengajukan perencanaan sekolah baru. Apabila disetujui lebih awal maka, pembangunan sekolah akan diselesaikan lebih cepat.
Aning menjelaskan, sekolah pengganti berada di sisi utara bangunan lama. Dengan menggunakan tanah milik kas desa. Pada 2025 nanti, tanah tersebut akan diurug. Namun pembangunanya akan dibangun pada tahun 2026. Secara fungsional, bangunan akan siap digunakan pada awal 2027.
Kemungkinan pembangunan sekolah dapat dipercepat. Apabila, penganggaran dimasukkan di APBD 2025. Namun, karena proses administrasi ia tak semerta-merta langsung mengajukan anggaran pembangunan di anggaran 2025. “Tetap akan diusahakan untuk mempercepat pembangunan sekolah baru,” ucap Aning. (cr7/pra)
Editor : Satria Pradika