BANTUL - Penandatanganan nota kesepahaman, perjanjian kerjasama dan implementation arrangement dengan multi stekehokders berlangsung di Institut Teknologi Dirgantara Adisucipto (ITDA) Yogyakarta.
Kerja sama sains dan teknologi diharapkan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Sedikitnya ada15 mitra kerja siap kolaborasi dengan ITDA Yogyakarta.
Payung hukum kerjasama berupa penandatanganan MoU berlangsung di ruang Husein Sastranegara ITDA Yogyakarta Kamis (29/2/2024).
Rektor Institut Teknologi Dirgantara Adisucipto (ITDA) Marsekal Pertama TNI Dr. Ir. Arwin Datumaya Wahyudi Sumari mengatakan, melalui MoU dan implementasi arrangement diharapkan dapat membuka pintu-pintu baru bagi kolaborasi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan semua pihak yang terlibat.
"Kami juga berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan melalui berbagai program dan kegiatan yang akan dilaksanakan secara bersama-sama," kata Arwin Datumaya.
Langkah berikutnya adalah peningkatan kerjasama dan implementasi menajemen kebutuhan dari kedua belah pihak.
"Dengan perguruan tinggi misalnya, kerjasama terkait pengolahan jurnal secara bersama, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Intinya dengan adanya kerjasama ini akan mengangkat kedua belah pihak ke level lebih tinggi dan berkualitas.
Kemudian kerjasama dengan instansi pemerintahan, ITDA akan menggandeng kabupaten dan kota di Provinsi DIY.
"Kami sudah berkomunikasi dengan bapak Gubernur DIY, untuk dapat mengaplikasikan dan mengimplementasikan teknologi kedirgantaraan kepada masyarakat," ujarnya.
Sebagai contoh, yang telah dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo adalah membuat drone.
Dari awal ITDA sembari mendidik generasi muda untuk membuat, mengoperasikan, merawat dan menggunakannya untuk meningkatkan produksi lahan pertanian.
"Termasuk dukungan dari ITDA agar penduduk pesisir selatan tidak kekurangan sumber daya listrik. Ini yang kami lakukan demi kemaslahatan masyarakat," ucapnya.
Dengan Komite Nasional dan Keselamatan Transportasi (KNKT), ITDA dapat dilibatkan dalam investigasi incident pada transportasi udara.
"Kerjama kedua adalah maintenance (pemeliharaan). Ini menjadi juga menjadi atensi kami untuk mempertimbangkan pendirian program studi (prodi) maintenance untuk pesawat udara," ungkapnya.
Menurutnya banyak pelajaran dalam maintenance karena merupakan hal penting untuk meningkatkan keselamatan transportasi.
"Yang dibutuhkan tidak hanya tekniknya tapi sainsnya. Mempelajari teknik-teknik melaksanakan perawatan, melaksanakan teknik-teknik terhadap incident dan ilmu lainnya yang berkaitan dengan keselamatan transportasi khususnya udara.
Sementara itu, Ketua KNKT Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono mendorong generasi muda agar menguasai ilmu dan teknologi (Iptek). Melihat perkembangannya, bahwa saat ini kerjasama kampus sangat diperlukan.
"Kami siap mendukung kerjasama dengan kampus, terutama ITDA ini," kata Soerjanto Tjahjono. (gun)
Editor : Bahana.