RADAR JOGJA -- Kementerian Agama (Kemenag) berusaha menyejajarkan kualitas pendidikan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) Indonesia dengan kampus ternama luar negeri.
Upaya menuju ke arah itu, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag menggandeng sejumlah kampus atau perguruan tinggi dari Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan Timur Tengah.
Menurut Ahmad Zainul Hamdi, Direktur Diktis Kemenag, program tersebut memiliki dua model pembelajaran: mahasiswa PTKI belajar di kampus terbaik di luar negeri dan mahasiswa dari luar negeri berkuliah di PTKI.
“Ini jadi ikhtiar internasionalisasi PTKI sehingga diharapkan tidak hanya mengirimkan mahasiswa kita ke luar negeri, tetapi juga menarik mahasiswa luar negeri agar berkuliah di PTKI,” ujar Ahmad Zainul Hamdi di Jakarta, Jumat (17/11).
Kementerian Agama baru-baru ini bekerja sama dengan Central Queensland University (CQU) di Australia dan Rochester Institute of Technology (RIT) di Rochester, New York, AS.
Kerja sama ini mencakup pengiriman mahasiswa untuk program MORA Over Seas Student Mobility Award (MOSMA), program gelar (sarjana, master, dan Ph.D.), pertukaran siswa, kunjungan kapal profesor, penelitian bersama, dan dua gelar.
Ahmad Zainul Hamdi biasa menyebut Inung, yang menjelaskan bahwa meningkatkan kualitas kampus di lingkungan PTKI adalah sebuah keniscayaan yang tidak boleh dilewatkan.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berkomitmen untuk menjadikan kampus PTKI semakin diakui di tingkat global melalui kerja sama ini.
Inung berpendapat bahwa saatnya kampus PTKI lebih berani mengikuti kemajuan perguruan tinggi di luar negeri.
Dia yakin bahwa kampus PTKI akan mendapatkan banyak manfaat dari kolaborasi positif.
Tidak hanya dari perspektif akademik, tetapi juga dari perspektif jaringan, sumber daya, publikasi, dan lainnya.
Pengembangan kerja sama PTKI di Kemenag mencakup berbagai hal, seperti bergabung dengan kelompok kerja; mengadakan acara pendidikan PTKI untuk mempromosikan perguruan tinggi dan menarik pelajar asing; dan mengembangkan kerja sama akademik berupa program gelar bersama , gelar ganda , dan transfer kredit atau pembelajaran kredit.
Selain itu, kerja sama juga terlibat dalam konsorsium pengembangan dan pusat unggulan inovasi; pengembangan kerja sama akademik perguruan tinggi; hibah untuk konsorsium pengembangan keilmuan; dan fasilitas kerja sama internasional untuk gelar bersama , gelar ganda , transfer kredit atau pembelajaran kredit.
Menurut Thobib al-Asyhar, Subdit Kelembagaan dan Kerja Sama Diktis Kemenag, kerja sama dengan kampus-kampus di luar negeri telah berlangsung sejak lama. Namun, untuk menyegarkan semangat kerja sama internasional, diperlukan pembaharuan.
"Kami ingin membangkitkan kembali terkait dengan kerja sama internasional. Kita ingin PTKI bisa diakui oleh global," ujarnya.
Dia menyatakan bahwa kerja sama internasional memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan kampus PTKI, di antaranya peningkatan jumlah jurnal yang terindeks Scopus di kampus PTKI. (Putri Aprilia Ningsih/ radar jogja)
Editor : Bahana.