Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keluarkan Kebijakan Unik, UGM Hapus Dosen Killer Mengajar di Kampus

Bahana. • Jumat, 10 November 2023 | 21:14 WIB
kampus UGM sumber ugm.ac.id
kampus UGM sumber ugm.ac.id

RADAR JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan salah satu universitas terkemuka di Indonesia.

Baru-baru ini UGM baru saja menetapkan sebuah kebijakan yang unik.

Kebijakan tersebut yaitu penghilangan dosen-dosen killer. Kebijakan sangat disenangi oleh mahasiswa.

Kebijakan ini sudah ditetapkan dan sudah disosialisasikan oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Wening Udasmoro pada 31 Oktober 2023 lalu.

Prof Wening menegaskan bahwa kebijakan ini disusun untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman tanpa kekerasan fisik maupun psikis.

Awal mula kebijakan ini dibuat adalah banyaknya kasus bunuh diri yang dilakukan mahasiswa. Salah satu latar belakang mereka melakukan aksi bunuh diri  adalah depresi yang dialami.

Depresi ini juga disebabkan oleh bermacam-macam faktor seperti, tekanan dari keluarga, kekerasan dari keluarga, hubungan pertemanan yang buruk, tugas-tugas kuliah yang berat, dan berurusan dengan dosen yang killer.

Apa definisi dosen killer?

Dosen killer memiliki banyak definisi, misalnya dosen killer adalah dosen yang menerapkan banyak peraturan dan sangat kukuh dan tidak mengenal toleransi bagi mahasiswa yang melanggar.

Kemudian dosen killer juga dapat didefinisikan sebagai dosen yang kerap memberikan tugas yang sangat banyak dan hanya diberikan waktu yang sedikit untuk menyelesaikannya.

Selanjutnya dosen killer juga dapat didefinisikan sebagai dosen yang suka membentak-bentak mahasiswa, mempermalukan mahasiswa di depan umum, memberikan standar tinggi terhadap penilaiannya atau sering disebut pelit nilai, dan dosen yang sering mempersulit mahasiswa terutama bagi mereka yang sedang mengerjakan tugas akhir atau skripsi.

Terkadang para dosen tersebut berasumsi bahwa apa yang dilakukannya benar dan hal tersebut dilakukan demi kebaikan mahasiswa.

Namun, seringkali akibat perbuatan dosen yang seperti itu justru mendorong mahasiswa melakukan sebuah kejahatan karena para mahasiswa merasa kesal dan frustasi.

Permasalahan-permasalahan tersebut yang berusaha untuk diatasi oleh UGM.

Dilansir dari jatimnetwork (07/11/2023)  Prof Wening pun juga menjelaskan bahwa dosen killer sudah tidak relevan lagi masa sekarang ini.

Dengan kebijakan tersebut, Prof Wening berharap ingin menciptakan lingkungan belajar di kampus yang nyaman, inklusif, ramah, dan bertanggung jawab secara sosial.

UGM inging menghapus kekerasan dalam berbagai bentuk baik fisik, verbal, maupun psikolog. (Annida Muthi’ah)

Editor : Bahana.
#UGM #depresi #Dosen Killer #bunuh diri