Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bali Omah, Jadi Ajang Temu Karya Mahasiswa Desain Interior Indonesia

Gregorius Bramantyo • Kamis, 12 Oktober 2023 | 16:27 WIB
DESAIN INTERIOR: Rangkaian acara TKMDII XVI sendiri meliputi Karya Baru Delegasi. Inti dari acara ini adalah pameran desain inspiratif. (GREGORIUS B/RADAR JOGJA)
DESAIN INTERIOR: Rangkaian acara TKMDII XVI sendiri meliputi Karya Baru Delegasi. Inti dari acara ini adalah pameran desain inspiratif. (GREGORIUS B/RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA - Ajang Temu Karya Mahasiswa Desain Interior Indonesia XVI (TKMDII XVI), kembali hadir. Kali ini berlangsung pada 11-14 Oktober 2023 di ISI Jogjakarta. Kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa jurusan desain interior dari seluruh Indonesia ini menjadi perayaan kreativitas, inovasi, dan kebersamaan.

Pada gelaran tahun ini, TKMDII XVI mengusung tema “Bali Omah”. Pemilihan tema "Bali Omah" tahun ini bertujuan mengajak para peserta untuk memulai perjalanan pulang, menjelajahi kehangatan, kenyamanan, dan nostalgia. Terkait dengan tempat-tempat yang disebut rumah. Tema tersebut mengajak para peserta untuk menemukan kembali esensi rumah melalui desain interior.

Ketua Program Studi Desain Interior ISI Jogjakarta, Setya Budi Astanto mengatakan, kegiatan ini sangat fundamental. Sebab bisa menjadi tolak ukur, apakah kecerdasan desain interior itu masih relevan dengan zaman. Sebab menurutnya, di era ini bukan yang kuat yang bertahan. Namun yang memiliki kecerdasan kolektif. “Di event ini memang tidak boleh ada kompetisi. Kami mengharapkan kolaborasi, termasuk kolaborasi dengan dunia industri,” katanya.

Ia berharap melalui ajang ini, tercipta pengalaman untuk senang meruang dari para peserta. Karena target desain interior adalah menghasilkan ruangan. Juga menghasilkan pengalaman senang meruang. Hal itu hanya bisa dihasilkan oleh kecerdasan kolektif. “Di desain interior, kami sangat merawat yang namanya kecerdasan kolektif itu. Salah satunya dengan bertemu bersama-sama, sehingga tidak ada yang tidak kenal, tidak ada yang tidak bisa bekerja sama,” imbuhnya.

Rangkaian acara TKMDII XVI sendiri meliputi Karya Baru Delegasi. Inti dari acara ini adalah pameran desain inspiratif. Di mana delegasi dari perguruan tinggi yang berpartisipasi mempresentasikan interpretasi kreatif mereka terhadap ruang interior. Dengan fokus pada kamar tidur, dapur, dan ruang keluarga.

Ia berharap para peserta yang turut serta dalam pameran ini bisa menjalin relasi satu sama lain. Sebab tujuannya adalah untuk merawat kecerdasan kolektif. Selain itu, ajang dua tahunan ini bukan untuk berkompetisi, tapi untuk menyamakan kemampuan atau kualitas. “Dari pantauan saya, rata-rata kemampuannya hampir sama. Pembelajarannya sama, artinya kompetensinya kita itu standar. Kalau standar, berarti sudah bisa diakses secara nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, karya-karya yang ditampilkan cukup menarik. Ada juga beberapa karya yang menjadi salah satu inovasi baru. Sehingga ajang temu karya ini diharapkan bisa bermanfaat, terutama bagi mahasiswa ISI Jogjakarta. “Bahwa ketika ketemu dengan teman-teman mahasiswa Indonesia lain yang mengikuti kegiatan ini, ada sharing informasi, pengetahuan dan juga penalaran penting dalam pengembangan inovasi,” ucapnya.

Ia berharap kerjasama antara ISI Jogjakarta dengan Pemerintah Kabupaten Bantul dapat terus ditingkatkan. Salah satunya bisa meningkatkan kelas event yang ada di Kabupaten Bantul. Termasuk produk-produk ekonomi kreatif di Bantul. Sebab setelah setelah dicermati, 17 subsektor ekonomi kreatif ternyata dipelajari di ISI Jogjakarta. “Artinya selalu ada dari kriya, fashion, musik dan sebagainya. Itu semua ternyata mewarnai di ke-17 subsektor itu,” tandasnya. (tyo/ila)

Editor : Reren Indranila
#ISI Jogjakarta #desain interior #desain #Jogja