RADAR JOGJA - Sempat terhenti karena pandemi Covid-19, Pemprov DIJ melanjutkan kerja sama program pengembangan SDM dengan yayasan pendidikan dan pelatihan International Talent Development Association (ITDA). Kerja sama itu melalui kegiatan pemagangan tenaga kerja DIJ ke Jepang.
Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam (PA) X mengatakan, pemprov akan terus berupaya untuk dapat mempersiapkan calon peserta magang yang sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Sebab, kerja sama yang telah terjalin sejak bertahun-tahun silam ini menjadi salah satu wujud komitmen pemprov dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
”Kami juga ingin kerja sama ini bisa terus berlanjut. Nanti kami pilihkan orang-orang yang berkomitmen,” katanya saat menerima audiensi Direktur Harian ITDA/Suruga Miyagawa Corp Tsuyoshi Miyagawa beserta rombongan belum lama ini.
PA X menjelaskan, DIJ memiliki lulusan-lulusan yang berkompeten. Salah satunya, SMK jurusan tata boga dengan pengetahuan dan keterampilan yang baik. “Tinggal sebetulnya standar kompetensi yang diminta itu apa. Itu bisa diatur,” ujarnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIJ Aria Nugrahadi mengatakan, program kerja sama dengan Suruga Miyagawa ini merupakan program pemagangan SDM DIJ ke beberapa perusahaan yang ada di Jepang.
Instansi ini akan berkoordinasi lebih lanjut bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraraga (Disdikpora) DIJ untuk mempersiapkan para tenaga kerja magang sesuai kualifikasi permintaan yang dibutuhkan oleh perusahan Jepang terkait. “Terkait dengan kualifikasi program pemagangan maupun pekerja di Jepang, salah satunya adalah kompetensi penguasaan bahasa Jepang," jelasnya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi ini adalah terkait bagaimana menyiapkan lulusan angkatan kerja terutama yang berminat untuk program pemagangan ke Jepang ini melalui peningkatan-peningkatan kemampuan skill bahasa untuk mencapai yang sesuai di persyaratkan.
"Kalau dari aspek skill dan kompetensi teknisnya itu sudah dipersiapkan oleh vokasi yang ada di SMK maupun yang di universitas,” terangnya.
Pun program kerja sama dengan Suruga Miyagawa ini sejatinya memang menitikberatkan pada program pemagangan. Namun pada kunjungan kali ini, pihak Suruga Miyagawa juga membuka kesempatan lanjutan bagi para tenaga kerja magang yang telah menyelesaikan masa magang sesuai ketentuan yang disepakati untuk kemudian diberikan kesempatan dapat melanjutkan kerja di Jepang.
“Itu tentu saja menjadi satu peluang yang nantinya bisa kita optimalkan untuk mempersiapkan angkatan kerja kita yang mempunyai minat untuk bekerja di luar negeri khususnya di Jepang,” tambahnya.
Aria menyebut, permintaan terkait tenaga kerja magang DIJ dari pihak Suruga Miyagawa hingga kini berjalan dinamis sesuai kebutuhan yang dibutuhkan dari perusahaan di Jepang. Ketika program magang ini mulai dapat dilanjutkan kembali April 2022 lalu, Suruga Miyagawa pun membuka peluang magang dengan kuota berkisar antara 35-50 tenaga kerja.
Kepala Disdikpora DIJ Didik Wardaya berharap program magang yang ditawarkan pihak Suruga Miyagawa yang mayoritas diperuntukkan bagi lulusan mahasiswa dapat diperuntukkan pula bagi para lulusan pendidikan menengah atau SMK. Dia berkomitmen akan menyiapkan calon-calon tenaga kerja terampil di SMK yang ada di DIJ. (wia/din)