Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

MSD Pertemukan Pemda, Bisnis, Ormas dan Kampus

Wulan Yanuarwati • Jumat, 6 Oktober 2023 - 21:30 WIB
Manajer Kampus Merdeka Belajar Niki Prastomo pada acara dialog multi pihak atau Multi Stakeholder Dialogue (MSD) di LLDikti V Jogja.Wulan Yanuarwati/Radar Jogja
Manajer Kampus Merdeka Belajar Niki Prastomo pada acara dialog multi pihak atau Multi Stakeholder Dialogue (MSD) di LLDikti V Jogja.Wulan Yanuarwati/Radar Jogja

RADAR JOGJA - Pemerintah daerah, Asosiasi Pengusaha Indonesia dan 11 perusahaan menyatakan komitmen pelaksanaan program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri di 21 perguruan tinggi swasta di DIJ. Mereka sepakat menginisiasi program pengembangan potensi wisata daerah, penyelesaian masalah sampah dan lingkungan.

Termasuk usaha menurunkan stunting, dan pengembangan desa menuju desa mandiri budaya.
Manajer Kampus Merdeka Belajar Niki Prastomo mengatakan, ada banyak perbedaan kebutuhan di masing-masing wilayah LLDikti. Karena itu perlu dilakukan sosialisasi dan bimbingan teknis dan dialog multi pihak atau Multi Stakeholder Dialogue (MSD).“Perbedaan kebutuhan itu bisa terjadi di tingkat LLDikti, perguruan tinggi, atau keduanya,” ujarnya, Kamis (5/10).


MSD mempertemukan para pihak, yakni perguruan tinggi, pemerintah, sektor bisnis, dan organisasi kemasyarakatan. Tujuannya agar mereka bisa berdiskusi dan bertugas ide gagasan untuk pembangunan di wilayahnya. "MSD adalah ajang untuk mendapatkan pemahaman bersama antara perguruan tinggi dengan para mitra dan calon mitra," jelasnya.


Selain itu juga ada sosialisasi pengenalan umum MBKM Mandiri. Diharapkan para peserta memahami filosofi, dasar hukum, dan perlunya MBKM Mandiri. Sedangkan Bimtek ditujukan bagi kalangan perguruan tinggi yang sudah memahami seluk beluk MBKM namun masih membutuhkan bimbingan teknis. Bimtek berfokus pada bagaimana perguruan tinggi bisa melakukan relaksasi kurikulum dan bagaimana mendesain kurikulum MBKM.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah V Aris Junaidi mengatakan program MBKM sudah ada sejak 2020. Perguruan Tinggi sempat mengalami kesulitan pada awal program tersebut."Namun akhirnya umumnya semua perguruan tinggi menyadari pentingnya MBKM karena dapat menguatkan sinkronisasi lulusan dengan kebutuhan,” ujarnya.


Aris menekankan pentingnya MSD untuk mempertemukan perguruan tinggi dan stakeholder untuk memetakan potensi yang bisa digalindan dikerjasamakan. “Kami yakin bahwa dalam jangka panjang MBKM akan mampu membantu mahasiswa menyiapkan diri bagi masa depannya, sehingga mereka tidak sekadar menjadi job seeker melainkan mampu menjadi job creator,” jelasnya. (lan/pra)

 

Editor : Satria Pradika
#LLDIKTI #MSD #Merdeka Belajar