Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Surra, Penyakit Parasit Ditularkan dari Gigitan Lalat Penghisap Darah

Meitika Candra Lantiva • Minggu, 23 Juli 2023 | 23:33 WIB
TROPIS: Prof dr drh Raden Wisnu Nurcahyo saat pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan dalam Bidang Parasitologi. (Tangkapan Layar Youtube UGM)
TROPIS: Prof dr drh Raden Wisnu Nurcahyo saat pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan dalam Bidang Parasitologi. (Tangkapan Layar Youtube UGM)

 

RADAR JOGJA - Iklim tropis di Indonesia, berpotensi terhadap berkembangnya parasit pada hewan, tumbuhan dan manusia. Salah satunya penyakit Surra, yang disebabkan oleh Trypanosoma evansi. Yakni, protozoa yang biasa berparasi pada hewan. 


Jika penyakit ini berkembang pesat di tubuh ternak. Dampaknya dapat menjalar ke tubuh manusia. Ketika tubuh ternak terpapar parasit kemudian dikonsumsi terus menerus oleh manusia. Sehingga berpotensi berpengaruh pada kesehatan manusia.  


"Oleh sebab itu, tindakan untuk mengatasi penyakit-penyakit tropis perlu diserukan. Terlebih penyakit-penyakit tropis atau disebut neglitetroical disease oleh berbagai patogen virus bakteri protozoa dan parasit ini, acap kali terabaikan," ungkap Prof dr drh Raden Wisnu Nurcahyo pada paparan dikukuhkannya sebagai Guru Besar Parasitologi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) pekan lalu (11/7/2023). 


Dia melanjutkan, terkait dengan kesehatan dunia WHO telah menyerukan tindakan untuk mengatasi penyakit-penyakit tropis. Sebab, telah menimbulkan dampak 1,65 miliar orang di seluruh dunia. Bukan hanya berpotensi pada kesehatan manusia, tetapi juga secara ekonomi dan sosial.


"Hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kuda berpotensi terkena parasit yang hidup di plasma darah dan jaringan vertebrata. Parasit yang masuk ke dalam sel darah dan digigit oleh lalat penghisap darah dan dapat ditularkan ke manusia," ujarnya. 


Dia menjelaskan, saat lalat menghisap darah, bagian anterior lalat dapat berisi sejumlah darah. Sebanyak 1-12 mililiter pada lalat labanus dan 0,03 mililiter pada lalat stomoxys. Dalam tubuh lalat trypanosoma ini umumnya tidak bertahan lama. Penularannya cepat, hanya terjadi pada kelompok ternak yang sama. 


Berdasarkan data yang dia himpun, kasus penyakit Surra pertama kalinya dilaporkan di Indonesia pada tahun 1987, pada populasi kuda di Pulau Jawa. Hal senada juga ditemukan seorang peneliti Belanda. Surra menyerang kerbau dan sapi pada 1898. Akibatnya 500 ekor dari 7.000 ekor populasi mati dalam waktu tiga bulan. Bahkan penyakit ini berlanjut setiap tahun. Mulai dari 1968-1971.  


"Pada saat itu, mewabah di Jawa Tengah. Pada 1969 kematian (ternak, Red) mencapai 4.000 ekor," sebut Wisnu panggilan akrabnya. 


Lanjut dia, pada saat wabah besar itu terjadi fakultas kedokteran hewan telak melakukan survei mencakup 10 kabupaten di Pulau Jawa dan Madura. Diagnosa dan pengobatan jug dilakukan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2010 sampai 2012. Sebab saat itu 4.268 ternak menderita penyakit  tersebut.

Meski pemerintah saat itu campur tangan dalam pemberantasan penyakit Surra, penyakit tersebut belum dapat dikendalikan. "Penyebarannya hingga sekarang masih ada, seiring dengan penyebaran bibit ternak," ungkapnya. 


Untuk itu, perlunya mengenali gejala klinis patogenesis dan waspada penyakit Surra yang berpotensi sebagai zoonosis

"Pengobatan Surra melalui tanaman herbal yang memiliki kemampuan terhadap infeksi Surra perlu dikembangkan dan perlu adanya penelitian bersama," ujarnya.


Sementara itu, penyakit Surra pernah ditemukan di Kabupaten Sleman. Penyakit ini menyebabkan pertumbuhan ternak terhambat. Ternak menjadi kurus, pertumbuhannya tidak seperti yang diharapkan. Bahkan, berisiko pada kematian ternak. 


Kendati begitu, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Suparmono menuturkan, belum ada data kasus kematian tercatat diinstansinya. "Kami belum punya (data kematian ternak akibat penyakit Surra, Red)," ujarnya. (mel) 

Editor : Amin Surachmad
#parasit #UGM #penyakit