Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usai 32 Tahun Mengabdi di UMS, Prof Sofyan Anif Kini Pimpin Unimugo

M
Penulis: Muhammad Hafied❯
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri) didampingi Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) Prof Sofyan Anif. (M Hafied/Radar Jogja)   
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri) didampingi Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) Prof Sofyan Anif. (M Hafied/Radar Jogja)  

 


Advertisement

 

KEBUMEN - Prof Sofyan Anif resmi menjabat sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo). Penunjukan Prof Sofyan sebagai rektor masa jabatan 2025-2029 ditandai dengan prosesi pelantikan di Gedung Rektorat Unimugo, Senin, (8/12).

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan, rektor dalam sebuah institusi pendidikan tinggi memiliki posisi strategis. Ia berpesan agar rektor baru dapat segera beradaptasi serta mampu menjalankan amanah dengan baik.

Advertisement

"Harus mampu menaikkan level supaya menjadi unggul dan berkemajuan," selepas acara pelantikan Rektor Unimugo.

Menurut Haedar, Unimugo merupakan wadah pelayanan maupun perekat ummat. Otomatis instrument pendidikan tersebut harus berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dia mengingatkan agar universitas di bawah payung besar Muhammadiyah tidak mudah berpuas diri. Terlebih masih banyak tantangan yang harus dihadapi. "Mari coba hayati dan jalani itu agar meresap alam pikiran kita dan menyatu dalam sistem," tegasnya.

Advertisement

Dia membeberkan, ke depan tantangan dunia pendidikan semakin sulit dan begitu kompleks. Kompetisi antar perguruan tinggi juga semakin nyata. Oleh karenanya, lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah diminta selalu bersiap diri dan adaptif.

Tak hanya itu, dia pun mewanti-wanti keberadaan universitas yang didirikan Muhammadiyah tidak melupakan nilai dan prinsip Muhammadiyah yang selama ini selalu dipegang teguh. "Muhammadiyah itu kesatuan, bukan federasi, ini yang membuat bertahan sampai sekarang," ungkapnya.

Prof Sofyan Anif sebelum pindah ke Unimugo, dia telah menjabat dua kali sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tercatat, selama 32 tahun dia mengabdi di UMS. Pria kelahiran Demak 25 Juni 1963 ini dulunya menempuh pendidikan sarjana dan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Di organisasi, Prof Anif juga banyak berkiprah untuk Muhammadiyah. Dia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo. Lalu, Wakil Bendahara Mejelis Tabligh PP Muhammadiyah.

Menurut Prof Anif, mendapat amanah sebagai Rektor Unimugo bukan persoalan mudah. Apalagi PP Muhammadiyah menaruh harapan agar Unimugo dapat naik kelas dengan menyandang status unggul.

Lebih dari itu dia juga mendapat mandat untuk membawa Unimugo segera membuka fakultas baru, yakni Fakultas Kedokteran. "Seluruh komponen harus punya visi dan misi sama. Juga pentingnya sinergitas antar sumber daya yang ada," ungkapnya. (fid/pra)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menteri LH Serukan Tobat Ekologis dan Kolaborasi Pelestarian Alam

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menteri LH Serukan Tobat Ekologis dan Kolaborasi Pelestarian Alam

Serukan Tiga Langkah Tobat Ekologis di PP Muhammadiyah, Menteri LH Tegaskan Pencemar Besar Tak Boleh Dibebaskan

Jadi Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Bakal Dobrak Politik Sentralistis

Jadi Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Bakal Dobrak Politik Sentralistis

Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa mulai memperkuat strategi untuk menyambut kontestasi politik tahun 2029 mendatang. Salah satu yang dilakukan partai tersebut adalah dengan meminta nasihat dari Pimpinan Pusat (PP) ..

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ingatkan Bangun Indonesia dengan Moderasi, Jangan Terjebak Militerisasi dan Komersialisasi

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ingatkan Bangun Indonesia dengan Moderasi, Jangan Terjebak Militerisasi dan Komersialisasi

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, mengingatkan pentingnya menjaga arah pembangunan Indonesia tetap berada di jalur moderasi. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer