RADAR JOGJA – SMK se-Jogjakarta menggelar penilaian akhir semester (PAS) secara serentak. Kali ini mengandalkan sistem online terpusat dalam prosesnya. Ini sesuai dengan semangat jargon SMK Bisa.

Inipula yang direspon oleh jajaran SMK Muhammadiyah se-Jogjakarta. Dengan mengikuti PAS serentak dengan sistem online terpusat. Hasilnya, berjalan dengan optimal dan minim kendala.

“Dalam pelaksanaan PAS diikuti oleh hampir 18 ribu siswa SMK Muhammadiyah se Jogjakarta. Ini sebagai respon terhadap program digitalisasi pendidikan,” jelas Kepala BKSKM SMK Muhammadiyah DIJ Suprihandono, Kamis (1/12).

Pandemi Covid-19 diakui olehnya menjadi salah satu pemicu. Untuk menekan inovasi dalam dunia pendidikan. Terutama untuk menyelami dan menerapkan dunia digital informasi dalam impelemtasi pendidikan.

Pasca menurunnya angka kasus Covid-19, bukan berarti pendidikan kembali ke sistem konvensional. Menurutnya inovasi yang sudah ada harus ditingkatkan. Terutama dengan memanfaatkan secara maksimal teknologi informasi.

“Jangan kembali mundur saat sudah pada kondisi normal, namun harus lebih maju dengan pemanfaatan teknologi informasi. PAS online saat ini menggunakan aplikasi yang dibuat oleh guru SMK dengan server terpusat,” katanya.

Ketua Majelis Dikdasmen PWM DIJ Achmad Muhammad mendorong agar SMK Muhammadiyah se Jogjakarta harus selangkah lebih maju dari pada sekolah lain. Terutama dalam penggunaan teknologi informasi.

Dia memastikan, PWM DIJ selalu mendukung inovasi pendidikan. Dengan tujuan agar terus berkembang dan tidak terjebak dalam zona nyaman. Dalam artian berani berinovasi dengan kualitas pendidikan yang lebih baik.

“Dalam pelaksanaan PAS online dengan server terpusat ini majelis mengapresiasi tinggi agar tidak terjadi kemunduran dalam pemanfaatan teknologi informasi. Kedepan harapannya semua mapel dapat dilaksanakan secara online,” harapnya.

PAS online, lanjutnya, mudah diakses dengan gawai. Sehingga semua siswa bisa menggunakan fasilitas ini. DItambah lagi dengan terkoneksinya server secara terpusat.

“Untuk memperoleh nilai AIK rata-rata siswa se – Jogjakarta, akan didapat analisis butir soal. Inilah yang akhirnya diperoleh umpan balik dari pelaksanaan evaluasi,” ujarnya. (Dwi)

Pendidikan