RADAR JOGJA – Guna meningkatkan daya saing dalam dunia kerja, jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat menjalin kerja sama dengan industri. Misalnya, dengan menyalurkan siswa untuk mengikuti magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Praktik Kerja Industri (Prakerin).

Kepala Seksi Layanan Pendidikan Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman Maryono menuturkan sekolah telah menjalin kemitraan. Tepatnya antara dunia pendidikan dengan industri perlu dilakukan terus menerus. Tak sekadar praktik tapi juga salah satu persayaratan akreditasi jenjang SMK.

Kemitraan juga terjalin untuk memperkecil jarak. Antara kebutuhan pasar dengan ilmu yang diajarkan di sekolah. Sehingga lulusan-lulusan SMK diharapkan dapat bersaing dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

“Ada gap. Bahwa kebutuhan usaha sudah sampai di sana, tetapi pendidikan di kurikulum masih di sini. Sehingga butuh pelatihan untuk merekrut mereka. Sehingga tidak langsung bisa direkrut. Masih ada satu jembatan yg dilalui,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (26/10).

Kabupaten Sleman saat ini tercatat ada sebanyak 59 SMK di Kabupaten Sleman. Terdiri dari 8 SMK negeri dan 51 SMK Swasta. Ada juga 10 SMK Pusat Keunggulan (PK).

Maryono memastikan seluruhnya telah bermitra dengan stake holder dunia industri. Walau porsinya belum merata di semua SMK. Misalnya, ada yang hanya selesai hingga program magang, PKL atau Prakerin. Adapula yang sekaligus direkrut menjadi karyawan.

“Saya katakan 100 persen sudah. Hanya beda-beda tingkatannya. Ada yang memang sudah sampai magang disana, kemudian sampai akhirnya direkrut dunia kerja, ada. Tapi ada juga yang sekedar magang,” katanya.

Para siswa diminta tak hanya berhenti pada pengetahuan teori saja. Siswa juga harus meningkatkan keterampilan. Caranya mempraktikan teori yang telah didapatkan di dalam kelas.

“Anak-anak di bangku sekolah tidak sekedar menerima ilmu saja. Tetapi, mereka juga harus menyerap dari ilmu lain. Tidak harus linier sebenarnya, karena tantangan ke depan tidak harus lurus,” ujarnya.

Kepala SMK Muhammadiyah Pakem Kasyadi menjelaskan hingga kini pihaknya terus menjalin kolaborasi dengan sejumlah stake holder. Khususnya yang berlinier dengan jurusan keahlian di SMK Muhammadiyah Pakem.

Dia mencontohkan jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif yang menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan otomotif di Jogjakarta. Adapula program rutin berupa pengiriman beberapa siswa untuk menjalani program magang selama satu bulan.

“Setelah keterampilan siswa dirasa memenuhi standar, mereka diberi kesempatan untuk mempraktikkannya langsung pada gelaran program layanan servis perusahaan otomotif tersebut,” katanya. (isa/dwi)

Pendidikan