RADAR JOGJA – Embassy of Zimbabwe melakukan kunjungan ke Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Rabu (19/10). Kunjungan ini dalam rangka pengembangan kerja sama dan program beasiswa.

Delegasi terdiri dari 2 orang. Antara lain Chief Director Embassy of Zimbabwe Dr. Wadzani Kachere dan Director Scholarship Administration – Office of the President and Cabinet Mr. Willian Tariaga. Tim disambut oleh Wakil Kepala Bidang Kerja Sama L.D. Rini Harjanti, mahasiswa Program Beasiswa KNB asal Zimbabwe Anderson Kevin Gwenhure, serta Student Staff yang bertugas sebagai LO mahasiswa Yovantris.

“Kami memberikan penjelasan dan pelaksanaan Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) di UAJY,” jelaskan Rini.

Tak hanya itu, Rini  juga menyampaikan tentang Bima Scholarship. Program ini didanai oleh Yayasan Slamet Rijadi Jogjakarta selaku penyelenggara UAJY. Tidak hanya itu, Kevin dan Yovan memberikan tambahan informasi.

“Terkait proses seleksi untuk mendapatkan beasiswa, proses belajar, serta hospitality yang diberikan oleh UAJY kepada mahasiswa asing,” katanya.

Delegasi juga memaparkan kebutuhan SDM di Zimbabwe yang akan sangat terbantu jika bisa didukung oleh negara lain. Termasuk melalui pemberian beasiswa. Beberapa bidang yang dibutuhkan dalam pengembangan antara lain engineering. Terdiri dari mechatronic, robotic dan civil. Adapula health sciences, financial intelligence, cyber security, dan automation engineering.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke perpustakaan. Untuk melihat fasilitas yang disediakan UAJY bagi mahasiswa Lalu berlanjut ke ruang perkuliahan, serta laboratorium di Fakultas Teknologi Industri (FTI).

Kunjungan ke FTI UAJY, delegasi diterima oleh Wakil Dekan I FTI Yosef Daryanto. Didampingi pula oleh Ketua Departemen Teknik Informatika Djoko Budiyanto, serta Ketua Magister Teknik Informatika Yonathan Dri Handarkho.

“Semoga dengan adanya kunjungan ini UAJY dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa asal Zimbabwe untuk studi di UAJY dengan beasiswa serta memberi kesempatan lebih bagi kedua belah pihak untuk mengembangkan kerja sama dengan lembaga di Zimbabwe,” ujar Yosef (*/dwi)

Pendidikan