RADAR JOGJA – Indonesia berada di kuartil ke-2 negara terkorup dan berada di peringkat ke-96 pada 2021 di antara 180 negara yang disurvei. Selain itu skandal perusahaan dan keuangan meningkat setiap tahun. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengajaran etika di perguruan tinggi.

Upaya sekolah ekonomi dan bisnis untuk menanamkan nilai-nilai etika pada siswa penuh dengan tantangan. Di antaranya, kesulitan siswa dalam memahami teori yang abstrak serta hubungan antara teori etika dan aplikasinya di dunia nyata. Untuk mengatasinya, diperlukan teknik-teknik inovatif.

Ketua Tim riset FE UNY Dr. Ratna Chandra Sari mengungkapkan, pendidikan harus merespons kemajuan perkembangan teknologi informasi dengan menyediakan metode pengajaran berbasis teknolog informasi untuk meningkatkan proses pembelajaran. Penggunaan teknologi inovatif virtual reality (VR) diharapkan dapat menjawab ekspektasi audiens masa kini yang merupakan generasi milenial dan generasi Z.

“Saat ini generasi milenial dan Z telah memasuki dunia pendidikan tinggi. Generasi milenial mencapai 25,87% dan generasi Z 27,9% dari 270,20 juta penduduk Indonesia (BPS, 2021).  Mereka adalah digital native yang tumbuh di era digital,” jelasnya.

Digital native, lanjutnya, memiliki karakteristik di antaranya innovation dan entertainment. Para digital native ini  mempunyai banyak ide-ide baru dan kreatif yang senantiasa ingin untuk diwujudkan. Sedangkan karakteristik entertainment merupakan karakteristik yang menjelaskan bahwa digital native membutuhkan hiburan yang membuat mereka menjadi senang. Dengan begitu, untuk menjawab kebutuhan digital native diperlukan respons cepat dari dunia pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan entertaining.

Generasi digital native memberikan potensi yang lebih besar untuk pengembangan game edukasi berbasis teknologi. Proserpio dan Gioia (2007) menyatakan bahwa perkembangan teknologi internet dan game mendorong para pendidik untuk responsive pada implikasi dari pergeseran progresif dari pembelajaran verbal ke visual dan virtual. Sebab, pembelajaran yang efektif terjadi ketika preferensi belajar siswa diselaraskan dengan pembelajaran di kelas. Virtual reality (VR) merupakan teknologi yang mampu menjawab tantangan pergeseran gaya belajar generasi digital native karena karakteristik utama dari VR adalah interaktif, berbasis pengalaman, umpan balik, entertaining dan immerse.

Tim riset FE UNY responsif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan generasi digital dengan mengembangkan media edukasi yang inovatif di antaranya: media edukasi etika bisnis yaitu VR fraud dan VR whistleblower yang dapat diakses secara free melalui website Komunitas Generasi Cerdas Keuangan menu “Download” (https://generasicerdaskeuangan.com/). Aplikasi VR fraud dan VR whistleblower menciptakan lingkungan virtual yang menghadirkan simulasi situasi nyata dalam hal pengambilan keputusan yang etis. Mahasiswa dihadapkan pada kasus dilema etika kecurangan dan whistleblower. Mahasiswa dilatih untuk mengambil keputusan etis di antara pilihan dilema etis dengan memahami dampak keputusan yang diambil bagi stakeholder.

“Hasil pengujian efektivitas penggunaan media edukasi etika berbasis VR menunjukkan bahwa penggunaan media VR akan berdampak positif pada efektivitas pembelajaran etika dengan meningkatkan engangement, motivasi serta ethical efficacy mahasiswa. Hasil riset tersebut telah dipublikasi oleh tim Riset Etika FE UNY di jurnal internasional terindeks scopus. Lebih lanjut media ini juga mendapatkan silver award dalam kompetisi international innovation Arsvot Malaysia 2021,” ujar Dr. Ratna Chandra Sari.

Selain untuk pembelajaran Etika Tim Riset FE UNY juga mengembangkan VR untuk edukasi literasi keuangan dan juga mengembangkan platform pembelajaran literasi keuangan yaitu literaci.id yang dapat diakses melalui link https://literaci.id. Literaci.id memberikan akses yang luas dan tidak terbatas kepada masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan literasi keuangan. Literaci.id menyediakan sarana pembelajaran terintegrasi untuk literasi keuangan dengan menghubungkan berbagai media. Platform literaci.id ini berisi materi dan media pendidikan literasi keuangan seperti video dan kuis interaktif.

Dengan karya-karya yang dihasilkan, tim riset berharap dapat membantu upaya pemerintah dalam menanamkan nilai etika. Karya yang dihasilkan juga diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat umum dan dapat diakses secara mudah, cepat, di mana pun, dan kapan pun. Tim riset etika terdiri dari beberapa dosen dan mahasiswa, yaitu Dr. Ratna Candra Sari, CA, CFP, IFP, Prof. Suyanto, Ph.D., Dr. phil Nurhening Yuniarti, M.T., Mimin Nur Aisyah, M.Sc., Ak., Afrida Putritama, M.Sc., Ak., Mustofa, M.Sc., Patriani, M.Sc, Sariyatul llyana, M.Sc., Novita Nurbaiti, S.Pd., Astri Rita Isnaeni, S.Pd., dan Anis Rinanda. (*/ila)

Pendidikan