RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman akan kembali menggenjot vaksinasi setelah libur Lebaran. Khususnya dalam mempersiapkan perkuliahan tatap muka semester depan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yulianti menyebut, beberapa perguruan tinggi telah meminta dinkes untuk melakukan vaksinasi booster. Dengan sasaran tenaga pendidik maupun mahasiswa. “Sebelum Lebaran, kami mengontak perguruan tinggi,” ungkap Khamidah saat ditemui di kantornya kemarin (11/5).

Menurutnya, perguruan tinggi yang pernah mengajukan vaksinasi ke Dinkes Sleman adalah UPNVY, UTY, dan Universitas Sanata Dharma. Dengan harapan perkuliahan tatap muka bisa berjalan lebih aman dan nyaman setelah vaksinasi booster.

Yuli menambahkan, pelaksanaan vaksinasi mulai digencarkan kembali di Sleman City Hall (SCH). Terhitung selama lima hari, mulai 11-15 Mei. Meski demikian, seluruh puskesmas tetap disiagakan untuk melayani vaksinasi dosis I, hingga booster.

Sedangkan kantong vaksinasi di tingkat kalurahan belum diaktifkan kembali. Instansinya, belum berkoordinasi dengan dinas pemberdayaan masyarakat kalurahan, maupun pemkal. “Kami tidak menargetkan vaksinasi bulan Mei dan berikutnya berapa,” sebutnya.

Namun sebelum Lebaran, capaian vaksinasi booster ditargetkan sebesar 30 persen. “Target tersebut tercapai 32 persen, dan sekarang sudah mencapai 33,86 persen,”bebernya.

Menurutnya, vaksinasi booster belum sepenuhnya menjadi kesadaran masyarakat. Di sisi lain, juga tidak menjadi syarat wajib dalam hal kelengkapan administrasi maupun layanan umum. Sehingga masih diabaikan oleh sebagian masyarakat.

Vaksinasi dosis II maupun booster umumnya dilakukan dengan jarak kurang lebih enam bulan. Jika vaksinasi dosis I dengan dosis II berjarak lebih dari enam bulan, maka itu dianggap drop out. Dan Harus mengulang vaksinasi dari awal.

Saat ini, lanjut Yuli, jenis vaksin yang tersedia adalah Astrazeneca dan Pfizer. Sementara jenis Moderna dan Sinovac untuk anak-anak masih kosong.
Sementara mahasiswa UNY Dewi Asliana mengaku belum mendapatkan vaksinasi dosis II. Sedangkan dia telah menerima vaksin dosis I pada Septermber 2021. “Mau nggak mau ya ikut mengulang,” ucapnya.

Tidak terburu-buru untuk mendapatkan suntikan kedua, lantaran persyaratan vaksin lengkap bisa digantikan dengan syarat lainnya. “Sejauh ini masih bisa dipenuhi dengan syarat antigen. Misalnya naik pesawat, tidak harus vaksin lengkap,” lontarnya. (mel/eno)

Pendidikan