SEIRING dengan perkembangan jaman dan pengetahuan, pengelolaan aktivitas di organisasi maupun pemerintahan banyak memanfaatkan konsep manajemen proyek. Dengan menggunakan konsep proyek, maka pengelolaan aktivitas akan efektif sekaligus efisien, serta gampang diukur tingkat keberhasilannya.  Apakah setiap proyek berhasil? Tentu tidak, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi.

Pinto dan Slevin mengembangkan penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan operasionalisasi proyek yang dikaitkan dengan project life-cycle. Faktor-faktor tersebut adalah: (1) misi proyek, (2) dukungan top management, (3) rencana proyek, (4) konsultasi dengan pelanggan, (5) pelaksana, (6) tugas-tugas teknis, (7) kepercayaan pelanggan, (8) pengawasan dan umpan balik, (9) komunikasi, dan (10) pemecahan masalah. Kesepuluh faktor yang mempengaruhi kesuksesan operasionalisasi proyek tersebut dapat dikelompokkan ke dalam dimensi strategi dan dimensi taktik. Perencanaan strategi adalah aktivitas yang terkait erat dengan penentuan misi proyek, komitmen dari manajemen puncak terhadap proyek, dan penyusunan perencanaan dan jadwal kegiatan proyek. Taktik adalah aktivitas implementasi dari perencanaan yang telah dibuat melalui penggunaan sumberdaya manusia, teknis, dan keuangan, sehingga tujuan proyek tercapai.

Dari empat tahapan dalam project life-cycle, tahap execution atau tahap operasionalisasi adalah tahap yang membutuhkan sumberdaya dan koordinasi tertinggi, dibanding dengan tahap yang lain, karena dalam tahap ini adalah “kerja sesungguhnya” dari suatu proyek. Pengaruh kedua faktor tersebut berbeda-beda untuk setiap tahapan dalam project life-cycle. Dalam tahap conceptualization dan planning, terbukti bahwa faktor strategi lebih signifikan pengaruhnya terhadap kesuksesan operasionalisasi proyek, dibanding dengan faktor taktik, sedangkan tahap execution dan termitnation, faktor strategi dan faktor taktik memberikan kotribusi yang sama dalam mempengaruhi kesuksesan operasionalisasi proyek. Setiap proyek memiliki tahap-tahapan aktivitas yang dikenal dengan project life-cycle. Tahap-tahapan aktivitas proyek adalah: (1) conceptualization, (2) planning, (3) execution, dan (4) termination. Pemahaman terhadap tahapan-tahapan aktivitas proyek akan sangat bermanfaat bagi manajer proyek dalam mengalokasikan sumberdaya, baik sumberdaya keuangan, peralatan, manusia, maupun sumberdaya lainnya. Setiap tahapan proyek, memerlukan alokasi sumberdaya yang berbeda.

Faktor Penentu Kesuksesan Proyek

Pinto dan Slevin mengembangkan penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan operasionalisasi manajemen proyek yang dikaitkan dengan project life-cycle. Faktor-faktor tersebut adalah: (1) misi proyek, (2) dukungan top management, (3) rencana proyek, (4) konsultasi dengan pelanggan, (5) pelaksana, (6) tugas-tugas teknis, (7) kepercayaan pelanggan, (8) pengawasan dan umpan balik, (9) komunikasi, dan (10) pemecahan masalah.

Interaksi dari 10 faktor penentu kesuksesan operasionalisasi proyek tersebut tidak hanya secara individual akan menentukan kesuksesan operasionalisasi proyek, tetapi juga menunjukkan interaksi di antara masing-masing faktor. Dengan demikian kesuksesan operasionalisasi proyek tidak hanya ditentukan oleh performa individual masing-masing faktor dari sepuluh faktor tersebut, tetapi juga ditentukan oleh hasil interaksi di antara kesepuluh faktor tersebut. Dari 10 faktor penentu kesuksesan operasionalisasi proyek terdapat tujuh faktor yang merupakan “jalur kritis”, yang benar-benar menentukan keberhasilan operasionalisasi proyek. Tiga faktor lainnya merupakan faktor pendukung keberhasilan operasionalisasi proyek. Ketiga faktor tersebut adalah komunikasi, pengawasan dan umpan balik, dan pemecahan masalah. Ketiga faktor tersebut memfasilitasi keefektifan interaksi di antara tujuh faktor utama. Sebagai contoh, suatu proyek tidak akan efektif, hal ini tercermin dalam tingkat kepercayaan pelanggan yang rendah, karena tidak adanya komunikasi, pengawasan dan umpan balik, dan pemecahan masalah selama proyek dirancang dan dioperasikan melalui konsultasi dengan pelanggan.

Sepuluh faktor penentu kesuksesan operasionalisasi proyek tersebut dikelompokkan ke dalam dua dimensi yaitu dimensi strategi dan dimensi taktik. Tiga faktor pertama yaitu misi proyek, dukungan top management, dan rencana proyek sangat erat hubungannya dengan perencanaan awal operasionalisasi proyek. Tujuh faktor lainnya yaitu konsultasi dengan pelanggan, pelaksana, tugas-tugas teknis, kepercayaan pelanggan, pengawasan dan umpan balik, komunikasi, dan pemecahan masalah berhubungan erat dengan aksi operasionalisasi proyek. Tiga faktor yang berhubungan erat dengan perencanaan awal operasionalisasi proyek tersebut termasuk dalam dimensi strategi, karena terkait erat dengan upaya untuk menyusun dan menetapkan seluruh tujuan dan perencanaan. Tujuh faktor yang berhubungan erat dengan aksi operasionalisasi proyek termasuk dalam dimensi taktik, karena terkait erat pemanfaatan sumberdaya manusia, teknis, dan keuangan untuk mencapai tujuan

SIMPULAN

Hasil pengujian menunjukkan bahwa 10 faktor yang mempengaruhi kesuksesan operasionalisasi proyek, memang dapat dibagi ke dalam dua subdimensi, yaitu strategi dan taktik. Hasil pengujian dengan analisis faktor mengindikasikan bahwa komponen yang membentuk strategi adalah misi proyek, dukungan top management, jadwal dan rencana proyek, dan konsultasi dengan pelanggan. Komponen yang membentuk taktik adalah pelaksana, tugas-tugas teknis, kepercayaan pelanggan, pengawasan dan umpan balik, komunikasi, dan pemecahan masalah. Selain itu dapat disimpulkan bahwa strategi dan taktik secara individual maupun secara serentak berpengaruh secara signifikan terhadap kesuksesan operasionalisasi proyek. Strategi dan taktik sangat penting dalam operasionalisasi proyek agar proyek tersebut dapat berhasil. Keduanya digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul dalam operasionalisasi proyek. Masalah-masalah yang berhubungan dengan strategi perencanaan muncul di awal proyek, sedangkan masalah-masalah yang berhubungan dengan taktik muncul di akhir proyek, sehingga manajer proyek harus mampu membuat suatu perimbangan antara strategi perencanaan dengan taktik selama proyek berlangsung, agar masalah potensial dapat diminimumkan. (*/dwi)

Pendidikan