RADAR JOGJA – Dampak pandemi Covid-19 bagi perhotelan di Jogja jadi bahasan belasan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) UPN Veteran Jogjakarta. Mereka mempelajari manajemen krisis dari perusahaan Hotel Royal Malioboro by Aston, Sabtu (4/12).

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa MIKOM UPNVY mendapatkan kesempatan untuk tanya jawab langsung dengan Cluster Front Office Manager Neo & Royal Malioboro by Aston. Sebagaimana diketahui, dampak pandemi Covid-19, banyak memporak-porandakan sektor pariwisata dan perhotelan.

Cluster Front Office Manager Neo & Royal Malioboro by Aston, Theodulus Vikko Abineri mengaku senang bisa berbagi pengalaman taktis dengan mahasiswa MIKOM UPNVY. “Kebetulan saya juga alumni,” ungkapnya.

Menurut dia, berkat strategi manajemen krisis yang baik dari Hotel Royal Malioboro, pihak perusahaan mampu mempertahankan seluruh karyawannya tanpa harus melakukan pemutusah hubungan kerja (PHK) akibat dampak pandemi Covid-19.Eksistensi dan terutama kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) Hotel Royal Malioboro by Aston yang terletak di jalan Pasar Kembang, Kota Jogja, tersebut tak tergoyahkan selama pandemi Covid-19.

Ia mengutarakan terkait keberhasilan manajemen krisis Hotel Royal Malioboro by Aston tidak sampai melakukan pengurangan karyawan walaupun terdampak pandemi Covdi-19.

Selama Pandemi saat ini tidak ada yang dirumahkan, karyawan juga tidak kena pemutusan hubungan dengan cara melakukan optimalisasi maupun penjualan kamar dan MICE baik online maupun offline (sales visit).

“Semoga bisa menjadi referensi saat di lapangan, bagaimana komunikasi korporat, baik internal/eksternal bisa dioptimalkan untuk mendapatkan goal sebuah perusahaan,”

Dosen Komunikasi Korporat MIKOM UPNVY, Assoc. Prof. Prayudi, Ph.D., mengatakan, melalui kegiatan ini mahasiswa diharapkan mendapat pemahaman orientasi dari pelaku industri dalam hal dunia perhotelan.“Secara khusus bagaimana dunia perhotelan di Jogjakarta menghadapi pandemi,” katanya.

Lebih lanjut dituturkan Dosen Komunikasi Korporat MIKOM UPNVY, bahwa pertemuan ini juga pertama kali diadakan setelah PPKM.“Agar terbangun hubungan erat antar mahasiswa dan antara mahasiswa dengan dosen,” jelas Prayudi. (pra)

Pendidikan