RADAR JOGJA – STMIK Akakom melakukan perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi universitas. Alhasil saat ini resmi menyandang nama Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI). Penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI berlangsung di Gedung Bale Lantip Kampus UTDI (D/ H STMIK Akakom) Jalan Raya Janti (Majapahit) 143, Jogjakarta, Rabu (10/11).

Pelaksana Tugas Kepala LLDIKTI Wilayah 5 Bimo Widio Andoko memberikan secara langsung SK Mendikbud Ristek RI kepada Ketua Yayasan Widya Bakti Jogjakarta Teguh Wijono Budi Prasetijo. Sejalan dengan perubahan STMIK Akakom menjadi UTDI beberapa perubahan terjadi pada program studi.

“Sejumlah pengembangan terus dilakukan salah satunya pada program studi. Sebelumnya STMIK Akakom hanya memilki 6 program studi dengan jenjang pendidikan diploma hingga magister. Pasca menjadi UTDI bertambah 3 prodi,” jelas Ketua Yayasan Widya Bakti Jogjakarta Teguh Wijono Budi Prasetijo, Rabu (10/11).

Tiga prodi baru tersebut diantaranya Prodi Bisnis Digital, Teknik Komputer dan Manajemen Ritel. Ketiganya berada pada jenjang pendidikan Sarjana. Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi UTDI untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Teguh mengatakan pengembangan tak hanya dilakukan program studi saja. Kedepannya juga menyentuh teknologi digital. Targetnya berkembang menjadi ilmu yang berkelanjutan. Beberapa praktek meliputi praktek inovasi teknologi digital, teknik rekayasa dan teknologi digital.

“Digunakan sebagai solusi bagi kehidupan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UTDI mengusung tagline digital, global dan integrity. Harapannya melalui UTDI muncul talenta-talenta baru di bidang digital sehingga dapat memberikan dampak yang besar di tengah-tengah masyarakat,” katanya. (*/co1/dwi)

Pendidikan