RADAR JOGJA – Universitas Tidar (UNTIDAR) telah melaksanakan uji coba perkuliahan tatap muka (PTM) terbatas sejak dua pekan lalu hingga 24 Desember mendatang. Berbeda dengan perguruan tinggi lainnya, pihak kampus tidak hanya mewajibkan scan QR Code aplikasi Peduli Lindungi, tapi mahasiswa juga wajib menunjukan status pada sistem pembelajaran terpadu (SIPADU).

Jika mahasiswa bersangkutan ada jadwal kuliah, maka di SIPADU akan tertera keterangan pada kolom hijau. Di sana terdapat jadwal bimbingan skripsi, thesis, atau ujian akhir. Dan diperbolehkan masuk ke dalam kampus. Namun ,jika status SIPADU-nya merah, karena mahasiswa di bawah semester 5 tidak mengikuti PTM, maka tidak diperbolehkan masuk kampus.

Rektor UNTIDAR Mukh Arifin menjelaskan, tujuan pemberlakuan ketentuan ini memastikan bahwa mahasiswa yang masuk ke dalam kampus merupakan mahasiswa yang benar-benar memiliki keperluan tertentu. Sehingga, jumlah keluar masuk mahasiswa dapat terkontrol dengan baik serta tidak memicu kerumunan.

“Akhirnya setelah sekian lama, kami dapat kembali melaksanakan kuliah offline. Kami harus beradaptasi dengan kebiasaan baru ini, siapa tahu situasi membaik dan tahun depan sudah bisa memulai PTM seperti sedia kala,” kata Arifin kemarin (9/11).

Mahasiswa yang melaksanakan PTM juga terbatas. Hanya mahasiswa semester 5, tujuh, mahasiswa tingkat akhir, dan mahasiswa inbound Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dnegan total 1.500 mahasiswa saja.
”Sebelum mengikuti PTM pun mereka wajib mengisi form yang telah diberikan berisi keterangan sehat, izin orang tua, surat pernyataan, dan lain sebagainya,” terangnya.

Sistem perkuliahannya berbeda. Satu sesi kuliah maksimal 50 menit dan diberi jeda 60 menit untuk sesi berikutnya. Untuk pertemuan 10, 11, dan 12, mahasiswa yang masuk adalah mahasiswa dengan nomor induk ganjil. “Tiga pertemuan berikutnya untuk mahasiswa dengan nomor induk genap,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR, Noor Farid.

Ketentuan pelaksanaan uji coba PTM telah dipublikasikan di laman resmi UNTIDAR. Seluruh mahasiswa diharapkan mematuhi segala ketentuan yang telah dituliskan dalam surat edaran yang berlaku. “Dosen dan tendik UNTIDAR telah divaksin. Kami juga telah menghimbau mahasiswa segera divaksin agar dapat terbentuk herd imunity,” harapnya. (cr1/bah)

Pendidikan