RADAR JOGJA – Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) menggalakan program gerakan kampus sehat di lingkungannya, Jumat (29/10). Perancangan ini dilakukan dengan mekanisme beberapa program. Seperti literasi kesehatan civitas akademika, kampus bebas asap rokok, optimalisasi Layanan Kesehatan melalui Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu), kantin sehat dan penghijauan di lingkungan kampus.

Ketua Tim Health Promoting University (HPU) Unriyo Ariyanto Nugroho menuturkan ide gerakan kampus sehat berawal dari rendahnya kesadaran masyarakat. Terutama dalam menjaga kondisi lingkungan yang bermanfaat bagi kesehatan. Adanya penguatan ide, berharap Unriyo menjadi pelopor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kebetulan kami mendapat kesempatan untuk melaksanakan program Health Promoting University atau Kampus Sehat yang merupakan program Hibah dari Kementrian Kesehatan RI dengan pendampingan Universitas Gadjah Mada. Hal inilah yang menjadi momentum bagi kita untuk mewujudkan Unriyo sebagai kampus sehat di Jogjakarta,” jelasnya, Jumat (29/10).

Lebih lanjut dijelaskan, dalam mewujudkan hal tersebut pihak Unriyo telah melakukan sejumlah hal. Mulai dari membentuk kader kesehatan mahasiswa yang nantinya tergabung dalam Posbindu, membentuk kader kesehatan mahasiswa pengendali dampak tembakau, serta melakukan pelatihan dan sosialisasi terkait masalah kesehatan melalui seminar-seminar.

Total 30 mahasiswa Fakultas Kesehatan Unriyo yang dilatih menjadi kader pengendali dampak tembakau atau duta anti tembakau. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa supaya mampu menjadi pelopor perubahan. Juga  teladan dalam mempraktikkan kebiasaan hidup sehat salah satunya tidak merokok.

“Sehingga ikut andil mahasiswa dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, unggul dan produktif ini memang sangat penting,” katanya.

Sementara itu Rektor Unriyo Santoso menyambut baik program ini. Baginya program kampus sehat sangatlah penting. Dia bercerita tidak sedikit lulusan mahasiswa di sejumlah kampus gagal saat melamar pekerjaan. Penyebabnya akibat tidak lolos tes kesehatan.

Antisipasi dengan pencegahan masalah kesehatan perlu diawali sejak dini. Salah satunya sejak duduk di bangku kuliah. Momen ini tepat karena para mahasiswa masih dalam tahapan belajar.

“Ini tentu menjadi bagian atau upaya pencegahan dalam mengatasi persoalan kesehatan masyarakat khususnya penyakit tidak menular seperti hipertensi atau diabetes. Selain itu dengan terwujudnya kampus sehat, seluruh civitas akademika akan mendapatkan banyak manfaat. Misalnya menjadikan proses belajar lebih nyaman dan sehat. Sehingga mahasiswa sehat, saat lulus pun juga sehat,” ujarnya. (om6/dwi)

Pendidikan