RADAR JOGJA – Berupaya dalam membantu pelamar kerja membuat curiculum vitae (CV). Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Alif Fatallah berkolaborasi dengan sejumlah mahasiswa Universitas Amikom menciptakan aplikasi bernama Connect. Untuk saat ini apliksai masih dalam tahapan beta.

Alif menuturkan aplikasi masih akan terus berkembang. Itulah mengapa dia dan timnya masih menjaring masukan. Agar aplikasi yang memiliki konsep personal branding ini menjadi sempurna.

“Harapan dari rilisnya Conect bisa memberikan feedback dari pemakainya sehingga segala kekurangan yang ada bisa diperbaiki secepatnya. Nantikan Grand Launching Connect untuk merasakan fitur terlengkapnya,” jelasnya ditemui di Gedung Timoho Bloc, Kamis sore (28/10).

Mahasiswa semester 7 ini menjelaskan prinsip kerjanya dengan C-Identity (CID). Berupa penerapan aplikasi secara single identity. Didesain khusus dapat merekam riwayat hidup secara otomatis dan mengkonversinya menjadi profil yang nyata.

Alif mengklaim penggunaan CID akan lebih efisien. Ini karena pemilik data tidak perlu mengubah atau memperbarui CV. Cukup dengan masuk melalui aplikasi Connect.

“Semuanya akan diperbarui secara otomatis di c-profile. Pengguna tidak perlu takut ketinggalan informasi tentang relasinya, semua akan diperbarui sesuai kondisi saat ini,” katanya

Dengan menggunakan CID, pengguna tidak akan bingung dalam mengubah atau memperbarui CV. Ini karena semuanya akan diperbarui secara otomatis di c-profile. Aplikasi juga akan otomatis mengupdate informasi tentang relasi.

Selain C-Profile dalam versi 1.0.0 Connect memiliki beberapa fitur lainnya. Meliputi generate single identity, satu identitas untuk semua dan seumur hidup, tampilan menarik guna mendukung branding dari individu, family dan organization juga relation untuk membangun hubungan yang mendalam dengan sentuhan otomatis dari bot.

“Connect juga menjamin keamanan data karena menggunakan enkripsi algoritma aes 256 cbc, dimana algoritma ini belum ada yang berhasil menembus keamanan. Fitur chatting juga dibekali enkripsi end-to-end dimana hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat melihat isi pesan,” ujarnya. (om6/dwi)

Pendidikan