RADAR JOGJA – Panewu Sedayu Bantul Lukas Sumanasa menjelaskan detil kasus Covid-19 di dua sekolah di wilayahnya. Tercatat saat ini muncul dua kasus, tepatnya di SDN Sukoharjo Sedayu dan SMKN 1 Sedayu. Dari hasil penelusuran kedua kasus tersebut saling berkaitan.

Berdasarkan catatan ada 10 kasus di Covid-19 di SDN Sukoharjo Sedayu. Terdiri dari 2 guru dan 8 siswa. Sementara di SMKN 1 Sedayu tercatat 7 kasus yang terdiri dari 1 guru dan 6 siswa. Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di kedua sekolah tersebut berhenti.

“Dari tracing kontak erat kasus di SDN Sukoharjo itu ada yang siswanya sekolah di SMKN 1 Sedayu. Setelah swab PCR ternyata hasilnya positif,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, (27/10).

Untuk kasus Covid-19 di SDN Sukoharjo berlanjut dengan tracing kontak erat. Sebanyak 30 orang masuk dalam daftar tracing kontak erat tersebut. Dari pemeriksaan kesehatan sebanyak 3 kontak erat terkonfirmasi positif Covid-19.

Salah satu kontak erat adalah siswa SMKN 1 Sedayu. Munculnya kasus berawal dari kelalaian sang siswa. Tetap berangkat ke sekolah meski harus menjalani tes swab PCR di Puskesmas. Padahal siswa sudah masuk dalam daftar tracing kontak erat.

“Jadi statusnya kakak salah satu siswa SDN Sukoharjo yang positif Covid-19. Puskemas sejak Kamis (21/10) sudah bilang masuk daftar tracing lalu Jumat (22/10) swab PCR. Ternyata tidak datang tapi malah masuk sekolah, kemudian dijemput dari sekolah,” katanya.

Upaya tracing berlanjut dengan menyasar kontak erat kasus di SMKN 1 Sedayu. Tercatat ada sekitar 29 kontak erat yang menjalani swab PCR, Rabu (27/10). Sementara untuk para siswa dan guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri.

“Karena OTG jadi isolasi mandiri. Tracing swab PCR hari ini oleh Dinkes Bantul. Sasarannya siswa dan guru SMKN. Saya belum dapat konfirmasi untuk orangtuanya,” ujarnya.

Terkait PTM terbatas, Lukas memastikan berhenti sementara. Untuk SDN Sukoharjo berlangsung hingga para siswa dan guru sembuh dari Covid-19. Sementara untuk SMKN 1 Sedayu menjadi wewenang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ.

Atas temuan kasus-kasus ini, Lukas meminta para siswa dan guru disiplin prokes. Berlaku untuk seluruh sekolah di wilayah Kapanewon Sedayu secara khusus. Cara ini merupakan solusi atas potensi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

“PTM SMKN itu wewenang Dikpora provinsi, tapi logikanya sementara dihentikan. Kuncinya disiplin prokes agar bisa memutus rantai penyebaran, kami tidak mungkin memantau 24 jam,” katanya. (dwi)

Pendidikan