RADAR JOGJA – Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Bantul Edy Sutrisno menjelaskan detil munculnya kasus Covid-19 di SDN Sukoharjo, Argodadi Sedayu Bantul. Penularan berawal dari seorang guru yang terpapar Covid-19. Sosok ini terpapar dari temannya.

Penularan terjadi saat sang guru berbincang dengan temannya. Setelah sekian waktu diketahui bahwa temannya tersebut terpapar Covid-19. Pasca pertemuan tersebut, sang guru mengajar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas seperti biasa.

“Bermula dari guru yang bersangkutan sedang jagongan dengan temannya. Ternyata temannya itu terpapar terus dia cek juga terpapar,” jelas Edy dihubungi beberapa waktu lalu.

Sang guru, lanjutnya, tetap beraktivitas secara normal. Termasuk bertemu dengan para siswanya di ruang kelas. Inilah yang menjadi titik awal penularan di lingkungan sekolah.

Hingga akhirnya ada tes kesehatan Covid-19. Hasilnya guru tersebut diketahui telah terpapar Covid-19. Pengecekan kesehatan ini pasca PTM terbatas telah berlangsung.

“Terus intinya pada sebelum tes itu kan guru itu melaksanakan PTM terbatas cuma itu terus ditracing-tracing dan semua sudah teratasi. Didapati 8 siswa ternyata juga terpapar,” katanya.

Kegiatan PTM terbatas di sekolah tersebut juga ditutup. Langkah ini sebagai upaya menghentikan penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Setidaknya menghabiskan masa inkubasi virus Covid-19.

“Sementara PTM terbatas ditutup di sekolah itu,” ujarnya.

Untuk kasus Covid-19 di SMPN 2 Pakem terdeteksi dari tes acak. Alhasil terdeteksi satu siswa terpapar Covid-19. Temuan ini ditindaklanjuti dengan tes tracing kontak erat kasus. Hingga saat ini baru satu siswa yang terkonfirmasi Covid-19.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memastikan penanganan optimal. Pihaknya langsung melacak potensi penularan di lingkungan sekolah. Kegiatan PTM terbatas juga berhenti untuk sementara waktu.

“Sekolah sudah ditutup, sudah strerilisasi dan tracing dari kasus itu. Alhamdulilah, info terkini tidak ada yang positif,” katanya.

Tracking kasus juga berlangsung untuk siswa. Hasilnya sumber penularan berasal dari orangtuanya di rumah. Terpapar Covid-19 tanpa gejala membuat siswa tetap beraktivitas secara normal.

Kustini berpesan agar orangtua lebih waspada. Apabila muncul gejala Covid-19 di lingkungan rumah segera memeriksakan kesehatan. Saran yang sama juga kepada lingkungann sekolah. Apabila ada ada siswa atau guru yang bergejala agar tidak berangkat ke sekolah dahulu.

“Untuk PTM di sekolah lainnya tetap berjalan seperti biasa. Tapi kami akan adakan swab sampling lagi di lima kapanewon. Kita massifkan pemantauan baik dari lapangan maupun tes swab sampling agar semua aman dan sehat,” ujarnya. (dwi)

Pendidikan