RADAR JOGJA – Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (FBS UNY) berkomitmen untuk terus menginternalisasi kecintaan terhadap batik. Wujudnya dengan memotivasi dan mendorong terciptanya kreasi-kreasi batik. Terutama yang mampu menjawab perubahan jaman dan tetap memiliki ciri khas identitas yang otentik.

Untuk mewujudkan konsep ini, FBS UNY mengadakan kegiatan lomba bertajuk Desain Batik untuk Kerja. Secara khusus, lomba ini diharapkan menjadi wadah untuk menyalurkan bakat-bakat generasi muda. Sesuai dengan visi dan misi yang diemban FBS UNY yaitu menjadi unggul, tetap kreatif, dinamis berlandaskan ketaqwaan, kemandirian, dan kecendekiaan.

“Lomba deain batik pakaian kerja diselenggarakan oleh Unit Kinarya FBS UNY dari 10 Agustus sampai 10 Oktober 2021. Diikuti oleh sekitar seratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun di luar negeri,” jelas ketua panitia Yenni Artanti, Sabtu (16/10).

Gaung lombak desain batik tak hanya diminati mahasiswa dari Indonesia. Terbukti mahasiswa dari Malaysia, Pakistan dan India juga ambil bagian dalam lomba ini. Menjadi bukti bahwa batik juga menjadi warisan budaya dunia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta atas kerja keras dan partisipasinya, serta kepada pihak-pihak yang telah mendukung kesuksesan acara ini,” katanya.

Juri lomba terdiri dari para akademisi dan praktisi dibidang batik. Sebut saja I Ketut Sunarya, Afifi Ghurub Bestari dan Bambang Purwo Widodo. Patokan penilaian adalah ide dan orisinalitas, aspek visual desain, kesesuaian tema visi misi FBS dan tingkat kemungkinan penerapan segaram batik kerja FBS UNY.

Dekan FBS UNY Sri Harti Widyastuti menilai perlombaan berlangsung ketat. Ini karena hasil karya peserta lomba memiliki ide-ide kreatif dan inovatif. Memiliki aspek modern namun tak meninggalkan nilai kearifan lokal.

“Desain kiriman para peserta patut diapresiasi karena merupakan ekspresi dari ide, pikiran dan harapan generasi muda terhadap identitas Fakultas Bahasa dan Seni UNY,” ujarnya.

Dalam proses produksi pasca lomba, FBS, lanjutnya akan bekerja sama dengan mitra industri. Termasuk kelompok-kelompok masyarakat yang berkiprah di dunia batik.

“Ini langkah kongkret FBS UNY dalam memberikan kontibusi ekonomis nyata kepada masyarakat di bidang ekonomi,” katanya.

Dari karya yang masuk, juri memutuskan Juara 1 diraih oleh Rizky Risandi dengan judul karya Sinergi Danurweda. Untuk juara 2 diraih oleh Septa Katam Wijaya dengan judul Werkudara in The Multiverse. Juara 3 diraih oleh Rony Siswo Setiaji dengan tema Sekar Harmoni.

Adapula Juara Harapan 1 diraih oleh Puruhita Tanthu Siniwi dengan tema Batik Materaka. Juara harapan 2 diraih oleh Reinhart Endy Marchello dengan tema Kawilujengan Ngudi Ngelmu.

“Hasil dari desain batik kerja ini akan diaplikasikan ke dalam berbagai macam media, salah satunya kain yang akan diproduksi untuk kepentingan seragam batik menunjukkan identitas FBS UNY,” ujarnya. (om7/dwi)

Pendidikan