RADAR JOGJA – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) terus meningkatkan kualitas lulusan dan mengembangkan struktur kelembagaan. Saat ini program studi (prodi) Diploma IV (DIV) pertanahan telah terakreditasi B. Sedangkan Prodi Diploma I (DI) Pemetaan dan Pengukuran Kadastral (PPK) terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek. Sejalan dengan prestasi itu, STPN juga telah menerapkan program kampus merdeka. Disamping itu, satu-satunya kampus di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) tengah mengusulkan akreditasi prodi DIV pertanahan dan DI PPK menjadi akreditasi unggul.

“STPN juga sedang dalam proses transformasi kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi politeknik. Dari satker pendidikan menjadi badan layanan umum (BLU) pendidikan. Bila memungkinan menjadi badan hukum pendidikan (BHP),” ujar Ketua STPN Sethot Sudirman saat wisuda Prodi DIV Pertanahan dan DI PPK Tahun Akademik 2020/2021, Minggu (10/10).

Dikatakan, transformasi menjadi politeknik mengharuskan STPN membentuk tiga prodi baru. Pertama, prodi DIV (sarjana terapan) Survei, Pemetaan dan Sistem Informasi Pertanahan. Kedua, prodi sarjana Terapan Penilaian dan Perpajakan Tanah. Ketiga, prodi sarjana Terapan Tata Ruang dan Administrasi Pertanahan Daerah.

Bertambah pula prodi S2 terapan Manajemen Pertanahan. Saat ini, terang Senthot, semua dokumen siap diajukan ke Kemendikbudristek. Tahun depan diharapkan sudah dapat direalisasikan.

“Ditargetkan dapat beroperasi pada Tahun Akademik 2022 /2023,” tegas Senthot.

Langkah STPN bertransformasi menjadi politeknik diapresiasi Sekjen Kementerian Agraria/BPN Himawan Arief Soegoto. Transformasi dari satker pendidikan biasa menjadi satker BLU pendidikan dinilai sebagai kreasi dan inovasi STPN. Dengan menjadi BLU, STPN akan mampu berkontribusi lebih besar memenuhi kebutuhan pembiayaannya sendiri.

“Upaya ini dan agar dipercepat pewujudannya. STPN merupakan mesin produksi SDM unggul di bidang agraria, tata ruang dan pertanahan,” ungkap Himawan.

Tahun ini mewisuda 676 mahasiswa. Terdiri atas lulusan Prodi DIV Pertanahan tugas belajar ATR/BPN sebanyak 83 orang dan Prodi DI PPK
sejumlah 593 mahasiswa. Dari 83 orang lulusan DIV 42 orang di antaranya dari konsentrasi manajemen pertanahan.

Indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi 3,72 diraih Wasyilatul Jannah, utusan dari Kanwil BPN Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Hesty Wahyuni utusan Kanwil BPN Provinsi Sumatera Barat dengan nilai IPK 3,72. Sedangkan konsentrasi perpetaan IPK 3,76 tertinggi diraih Fajar Buyung Permadi dari Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Timur.

“Selanjutnya para wisudawan program Diploma IV Pertanahan diberikan gelar sarjana terapan (S.Tr) bidang pertanahan,” terang Senthot yang berulang tahun setiap 15 Agustus ini.

Program DI IPK 3,80 tertinggi diraih Farah Nur Aisyah. Dia berasal dari Jawa Tengah. Sedangkan peserta dengan IPK tertinggi dari jalur kerja sama diraih Tyas Mahendra asal Kabupaten Kayong Utara dan Mawritsa Etufirka asal Kabupaten Sekadau. Keduanya sama-sama meraih IPK 3,39 (sangat memuaskan). (sce/kus/dwi)

Pendidikan