RADAR JOGJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul menantikan vaksin Covid-19 bagi anak di bawah usia 12 tahun. Guna memberi rasa aman bagi siswa SD dalam menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Mengingat pula, adanya temuan seorang siswa SD terpapar Covid-19 dan mengakibatkan aktivitas di sekolah itu harus tutup.

“Kalau kami menghendaki ada kebijakan vaksin anak di bawah 12 tahun,” cetus Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko kepada wartawan ditemui usai rapat evaluasi PTMT bagi SD di Ruang Rapat Sekda Bantul Senin (4/10).

Isdarmoko membeberkan, baru sebanyak 5.526 siswa SD di Bantul mendapat vaksin Covid-19. Mereka merupakan siswa dengan usia lebih 12 tahun. Namun, jumlah itu hanya sebagian kecil dari sekitar 70 ribu siswa SD di Bumi Projotamansari. “Artinya, memang sebagian besar belum 12 tahun jadi belum divaksin,” ujarnya.

Dijelaskan, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) belum mencetuskan kebijakan vaksinasi bagi siswa SD. Namun, Gubernur DIJ mengisyaratkan pentingnya vaksinasi bagi siswa SD. “Entah vaksinnya jenis apa, itu kebijakan dari Kemenkes RI” sebutnya.
Isdarmoko menilai, vaksinasi bagi siswa SD dengan usia di bawah 12 penting. Sebab dapat meningkatkan imunitas anak. “Akan lebih aman. Harapannya semua mantap dan gubernur menghendaki itu (vaksinasi bagi siswa SD dengan dengan usia di bawah 12 tahun, Red),” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharja pun tidak menampik. Terhadap kemungkinan tersedianya vaksin Covid-19 bagi anak di bawah usia 12 tahun. “Semua itu tergantung (vaksin bagi anak, Red),” kata Agus.

Agus kemudian menyebut terkait larangan lanjut usia (lansia) dan ibu hamil (bumil) mendapat vaksin. Dijabarkan, lansia dan bumil awalnya tidak boleh menerima vaksin Covid-19. Namun, berkembangnya penelitian memperbolehkan lansia dan bumil mendapat vaksin. “Semua, namanya dalam kondisi darurat saat pandemi selalu berubah atas dasar temuan ilmiah,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ada kemungkinan anak usia 12 tahun dapat menerima vaksin. Apabila telah dilakukan uji klinis terhadapnya, dan dinyatakan aman. “Pada saatnya, uji klinis anak tidak masalah,” ucapnya.
Kendati begitu, Agus enggan memberi memberi informasi lebih banyak. Terkait perbincangan vaksinasi terhadap anak usia di bawah 12 tahun. “Belum ada perbincangannya,” sebutnya.

Guna menjaga kondusivitas gelaran PTMT di SD, Dinkes Bantul hanya menganjurkan dua langkah. Pertama, meminta Disdikpora Bantul membuat surat edaran terkait pelarangan ke sekolah bagi siswa dan anggota keluarga yang bergejala Covid-19. Kedua, Dinkes akan lakukan sero survei. “Survei sampling terhadap anak sekolah yang PTMT, dilakukan sebulan sekali. Itu langkah preventifnya, supaya tidak terjadi klaster di sekolah,” tuturnya. (fat/pra)

Pendidikan