RADAR JOGJA – SMP N 14 Jogja menjadi salah satu sekolah yang mulai menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) sejak 13 September lalu. Pelaksanaan PTMT ini mengacu pada peraturan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja.

Siswa yang mengikuti PTMT hanya 50 persen dari jumlah siswa secara keseluruhan. “Waktunya pun terbatas hanya 180 menit dari pukul 07.30 sampai 10.30,” jelas Siswanto, Kepala SMP N 14 Jogja saat ditemui di ruang kepala sekolah. Dari 180 menit tersebut, setiap mata pelajaran dialokasikan menjadi dua puluh menit tanpa jeda istirahat. Dengan waktu yang terbatas, Siswanto mengaku kurikulum belum tercapai dengan maksimal. Menurutnya, yang terpenting adalah pembiasaan mematuhi protokol kesehatan (prokes) di lingkungan sekolah.

Siswanto menambahkan, terdapat dua kelas yang bergiliran setiap harinya untuk melaksanakan tatap muka. “Kalau hari ini kelas 7 dan 8, besoknya kelas 8 dan 9, besoknya lagi kelas 9 dan 7. Begitu seterusnya,” terangnya.
Adanya sarana tersebut, tidak luput dari anjuran Disdikpora agar SMP N 14 Jogja dapat melaksanakan PTMT. Sebelum adanya PTMT, Siswanto dan jajarannya telah membuat video simulasi untuk para siswa agar tidak kebingungan saat masuk sekolah. “November kami sudah menyiapkan sarana prokes dan video simulasi karena ada wacana Januari masuk,” tutur Siswanto.

Heni Nurhayati, orang tua siswa asal Bangunjiwo, Kasihan mengaku tidak khawatir saat PTMT berlangsung. “Aman, sesuai prokes dan anak-anak rata-rata sudah divaksin,” ungkapnya. Sebagai orang tua, dia merasa kasihan dengan anaknya yang sering mengeluh lantaran tidak paham mata pelajaran yang disampaikan. Anaknya juga menjadi jarang bertemu dengan teman dan berkomunikasi dengan orang lain. “Mudah-mudahan (dengan adanya PTMT) anak-anak bisa menuntut ilmu dengan maksimal,” harap Heni.
Ketika pembelajaran usai, siswa-siswa langsung keluar ruangan. Menuju halaman depan sekolah untuk menunggu orang tua datang. Dengan itu, tidak ada lagi kerumunan di lingkungan sekolah.

Muhammad Hanan, siswa kelas 8 SMP N 14 Jogja mengaku senang saat PTMT berlangsung. Ia mengaku lebih paham dengan mata pelajaran yang diberikan. “Kalau di rumah, pembelajarannya lewat google classroom dan youtube, jadi kurang paham,” paparnya. (cr1/pra)

Pendidikan