RADAR JOGJA – Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji meminta para orangtua memahami konsep pembelajaran tatap muka (PTM) ditengah Pandemi Covid-19. Dia menegaskan, siswa harus dalam kondisi sehat saat akan berangkat ke sekolah. Terutama terbebas dari paparan Covid-19.

Pernyataan ini untuk menanggapi munculnya kasus Covid-19 di SDN Bantul Timur. Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, seorang siswa terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil penelusuran siswa tertular dari orangtuanya sendiri.

“Jangan seperti itulah, harus ada teguran, ada sanksi. Ini persoalannya bukan hanya anaknya dia tapi ada banyak orang. Kalau ada yang sengaja perlu diberi sanksi. Monggo kepala daerah bisa berikan sanksi dalam bentuk teguran atau yang lain,” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (6/10).

Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko mengakui adanya temuan kasus tersebut. Siswa juga sempat mengikuti PTM terbatas. Namun dia memastikan kasus awal bukanlah berasal dari lingkungan sekolah.

Pasca temuan kasus, PTM di sekolah yang beralamatkan Kalurahan Trirenggo, Bantul ini dihentikan. Temuan awal kasus sudah sejak Sabtu (25/9). Salah seorang siswa tertukar Covid-19 dari orantuanya. Sayangnya sang orangtua justru tetap mengantarkan anaknya ke sekolah.

“Jadi bukan karena pelaksanaan PTM terbatas. Siswa ini tertular dari orang tuanya,” katanya.

Disdikpora Bantul, lanjutnya, bergerak cepat pasca temuan kasus. Diawali dengan penutupan kegiatan PTM terbatas. Selanjutnya melakukan tracing kontak erat di lingkungan sekolah. Tercatat setidaknya ada 14 siswa serta guru yang telah diambil sampelnya.

Isdarmoko belum bisa membeberkan hasil uji sampel tersebut. Ini karena hasil tracing memang belum keluar. Pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bantul untuk hasilnya.

“Belum tahu keluarnya kapan, menunggu kabar dari Dinas Kesehatan Bantul. Semoga hasilnya negatif semua. PTM sekolah berhenti dulu sampai Sabtu mendatang (9/10),” ujarnya.

Isdarmoko juga sempat berkomunikasi dengan orangtua siswa. Hasilnya, orangtua siswa tersebut belum sepenuhnya mengetahui ketentuan protokol kesehatan di sekolah. Terutama dalam pelaksanaan PTM terbatas. Apabila ada keluarga siswa yang positif Covid-19, maka siswa wajib istirahat di rumah.

“Mungkin karena memang belum memahami ketentuan protokol kesehatan dengan baik. Kalau siswa atau bahkan keluarganya bergejala (Covid-19) siswa lebih baik istirahat dan belajar di rumah dulu. Jadi tidak boleh ikut PTM,” katanya.

Pasca temuan kasus, jajarannya sempat menghentikan penyelenggaran PTM terbatas di semua sekolah. Hanya saja kegiatan PTM terbatas dibuka kembali per Selasa (5/10). Sementara khusus untuk SDN Bantul Timur tetap tutup hingga Sabtu (9/10).

Pihaknya juga menerbitkan surat edaran (SE) ke sekolah-sekolah. Pertama PTM terbatas untuk SD lanjut Selasa (5/10), terkecuali SDN Bantul Timur dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kedua, agar semua sekolah mengatur bangku tempat duduk siswa secara silang. Ketiga, apabila muncul gejala Covid-19 di lingkungan keluarga, siswa wajib belajar dari rumah.

“Keempat, setiap sekolah memilih salah satu siswanya yang berani untuk dilakukan swab PCR. Langkah ini sebagai sampling acak antisipasi penularan Covid-19,” katanya. (dwi)

Pendidikan