RADAR JOGJA – Ribuan mahasiswa antusias mengikuti vaksinasi di sentra Gedung Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (2/10). Vaksinasi dengan sasaran mahasiswa ini sebagai langkah awal menuju pelaksanaan kuliah tatap muka.

Asisten Bidang Pemerintah Provinsi DIJ, Sumadi mengatakan langkah awal menggelar kuliah luring salah satunya dengan mengejar ketercapaian 80 persen mahasiswa harus sudah tervaksin. Vaksinasi sasaran mahasiswa tersebut sebagai persiapan awalnya.

“Rencana memang sudah ada permintaan untuk kuliah tatap muka. Tapi kami masih evaluasi persiapan,” katanya disela meninjau pelaksanaan Gerakan Vaksinasi II Mahasiswa Jogjakarta Istimewa, Sabtu (2/10).

Sumadi menjelaskan untuk menggelar kuliah tatap muka paling tidak seluruh komponen Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta sudah divaksinasi minimal 80 persen. Sejauh ini, baru seluruh civitas akademika saja yang sudah divaksin. Maka, vaksinasi massal itu sekaligus untuk mendata atau menginventarisir seluruh mahasiswa yang berkuliah di DIJ harus sudah terjamin vaksinasi.

“Kita belum bisa memastikan sudah 80 persen belum (vaksinasi) untuk mahasiswa. Terutama kan juga banyak yang datang dari luar (DIJ). Maka kita harus kerjasama, kalau udah oke semua persyaratan kita bisa tatap muka,” ujarnya.

Mantan Sekda Kabupaten Sleman itu menyebut jumlah mahasiswa dari luar daerah yang datang ke DIJ dalam kondisi normal sebanyak 275 ribu orang. Namun, sejauh ini baru terdata sekitar 10 ribuan mahasiswa yang datang per minggu kedua September lalu selama pandemi Covid-19.

“Jadi kita belum bisa mendata pasti (mereka sudah tervaksin belum), saya diperintah Pak Gubernur jangan sampai ada yang dari luar Jawa masuk belum tervaksin sama sekali. Karena kami nggak menghendaki adanya klaster. Kita harus sangat hati-hati dan cegah bersama,” jelasnya.

Maka, pemerintah dalam hal ini bergerak bersama dengan lintas sektoral baik TNI, Polri maupun organisasi Aliansi Mahasiswa Nasional untuk mendukung gerakan vaksinasi Mahasiswa Nasional. Pelaksanaan vaksinasi ini diinisiasi oleh lima elemen aliansi mahasiswa nasional yang meliputi, BEM PTKIN, BEM Nusantara, BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (PTMI), Perhimpunan Mahasiswa Komputer dan Informatika Nasional (PERMIKOMNAS) dan Aliansi Mahasiswa Aktivis Nasional (AMAN) Indonesia, bekerjasama dengan Kepolisian Daerah DIJ dan BEM UNY selaku tuan rumah.

“Kita bergerak juga di DIJ menyasar tiga ribu mahasiswa. Semoga ini bisa membantu membentuk herd immunity di Jogjakarta dan Indonesia untuk bisa relatif lebih aman sehingga PTM bisa kembali dilakukan,” kata Juru Bicara Gerakan Aliansi Mahasiswa Nasional, Ginka F Ginting.

Ginka menyebut, vaksinasi ini merupakan dosis kedua yang menyasar 3 ribu mahasiswa. Ini sebagai tindak lanjut dari vaksinasi dosis pertama yang digelar 13 September lalu di GOR UNY. Kegiatan ini roadshow, dan DIJ merupakan titik penyelenggaraan vaksinasi ke 25 dari seluruh Indonesia. Sebelumnya juga digelar di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kaltim, Kalbar, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan lain-lain.

“Harapan kita, ini bisa jadi pemantik mahasiswa di daerah lainnya untuk melanjutkan gerakan serupa. Ini menjadi representasi dukungan percepatan penanganan Covid-19 dari kalangan mahasiswa,” tambahnya yang juga Aktifis Nasional Indonesia.

Seorang Mahasiswa, Ajeng Rahayu Kurniawati menyambut baik adanya layanan vaksinasi massal bagi kalangan mahasiswa. Selama keinginan untuk vaksinasi, perempuan 20 tahun itu merasa kesulitan mengakses layanan vaksinasi. Terlebih, mahasiswa Universitas Amikom itu bukan warga asli DIJ melainkan dari Kalimantan. Dengan ini, ia merasa dimudahkan mengakses vaksinasi.

“Saya bukan asli sini (DIJ), kurang tahu info-info vaksin. Ini sangat memudahkan sekali bagi kami mahasiswa yang dari luar daerah bisa divaksin akhirnya. Semoga setelah ini bisa cepat kuliah offline aja,” kata mahasiswa semester 5. (wia/dwi)

Pendidikan