RADAR JOGJA – Sebanyak 189 mahasiswa STMIK Akakom menjalani wisuda secara blended, Sabtu (2/10). Wisuda ini kombinasi antara offline dan online. Dari total tersebut, sebanyak 162 mahasiswa mengikuti wisuda secara offline. Adapun 27 mahasiswa menjalani wisuda secara online.

“Alhamdulillah berjalan lancar,” jelas Ketua STMIK Akakom Totok Suprawoto.

Wisuda offline menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Terbagi menjai 3 sesi untuk pelaksanaannya. Tujuannya untuk menghindari kerumunan selama wisuda berlangsung.

“Ada juga yang online bagi yang menginginkan seperti yang di luar jawa. Untuk yang offline semua swab,” katanya.

Dari ratusan wisudawan tersebut, 48 diantaranya meraih predikat cumlaude. Selain itu, untuk pertama kalinya ada wisudawan program Magister.

“Wisudawan pertama kali untuk program magister walaupun baru 1 orang,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan penghargaan untuk berbagai lomba. Salah satunya adalah dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKBM). Dari total ribuan mahasiswa ada 15 mahasiswa yang ikut dalam program ini.

“Seperti MBKM Dikti mengikutsertakan 15 dari ribuan orang,” katanya.

Ketua Panitia Wisuda Sumiyatun menambahkan skema wisuda telah terencana. Bahkan penyelenggaraan wisuda offline dan online sudah berjalan tiga kali.

“Kalau periode kemarin lebih sedikit secara keseluruhan. Kedepan lihat situasi dan kondisi. Kalau keadaan sudah kembali normal kami adakan offline namun juga kami memfasilitasi wisudawan yang menginginkan online,” ujarnya. (asa/dwi)

Pendidikan