RADAR JOGJA – Sepekan berjalan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Jogja berjalan lancar. Seluruh sekolah telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan konsisten.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, Budi Santosa Asrori mengatakan setiap kebijakan yang ditempuh selalu menjalin koordinasi dengan provinsi DIJ. Sejauh ini selama sepekan pelaksanaan PTMT di wilayahnya itu berjalan lancar untuk tingkat SD dan SMP. “Kami koordinasi dengan provinsi terus, secara intensif, mengenai pelaksanaan PTM ini. Semua langkah, ya, kita koordinasikan,” katanya Senin (27/9).

Penularan Covid-19 di tengah sekolah luring yang telah terjadi di Gunungkidul, memang menjadi atensi. Terlebih, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X pun sudah meminta untuk dilakukan evaluasi. Namun, sejauh ini Budi memastikan PTMT di wilayahnya itu tidak terjadi kendala. Dan diharapkan tidak terjadi penularan di lingkungan sekolah. Maka, atensi juga kepada pihak sekolah agar konsisten menegakkan protokol kesehatan maupun SOP pencegahan Covid-19 yang sudah diverifikasi secara maksimal dan sunguh-sungguh. “Alhamdulillah kami lancar, prokes dan sebagainya tidak ada kendala. Baik-baik saja kok itu,” ujarnya.

Pun capaian vaksinasi pelajar di Kota Jogja saat ini sudah terbilang tinggi. Praktis ini menjadi satu pertimbangan Disdikpora percaya untuk menggelar PTMT. Sementara pelajar di bawah 12 tahun, saat ini belum direkomendasikan untuk mengikuti PTM. “Kita sudah di atas 85 persen (capaian vaksinasi pelajar). Untuk SD yang masuk baru kelas VI saja, yang kelas V (ke bawah) belum mulai,” tambahnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Jogja Krisnadi Setyawan meminta semua kegiatan PTMT di Kota Jogja ditunda hingga status tanggap darurat Covid-19 yang dikeluarkan Gubernur DIJ dicabut. Menurut dia, hal itu menunjukkan jika penanganan Covid-19 di DIJ sudah terkendali. Jika ada sekolah yang ngotot menggelar PTMT, dia meminta Disdikpora Kota Jogja memberikan syarat surat pernyataan dari orang tua. (wia/pra)

Pendidikan