RADAR JOGJA – Saat jenjang pendidikan dari PAUD, SD, SMP hingga SMA mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), para mahasiswa justru masih kuliah daring. Meski sebagian besar para mahasiswa yang ada di DIJ sudah melakukan vaksinasi.

Itu berlaku dari mulai level sekolah hingga Perguruan Tinggi. Pelaksanaan PTMT tersebut mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang sudah dikeluarkan beberapa waktu lalu. Dalam SKB tersebut terdapat beberapa aturan yang harus dipenuhi oleh pihak kampus jika ingin melaksanakan PTMT. Seperti vaksinasi untuk mahasiswa, dosen maupun karyawan kampus yang lain. Juga pembatasan mahasiswa atau orang yang boleh datang ke kampus saat PTMT juga harus dipenuhi.

Selama ini, praktis mahasiswa menjalani hari-harinya di depan gawai. Hampir semua proses perkuliahan memang mengandalkan gawai. Juga aplikasi video telekonferensi seperti Zoom dan sebagainya. Kondisi tersebut membuat mahasiswa jenuh. Satrio Aji misalnya, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Kalijaga itu menyatakan setiap hari paling tidak ia mengikuti satu atau dua sesi kuliah daring. “Ya jenuh juga, tapi memang harus begitu,” katanya, Rabu (22/9).

Aji yang sudah selesai dua kali vaksinasi itu, sampai saat ini kampusnya masih belum memberikan informasi mengenai kapan ia akan bisa kembali kuliah di kampus. Menurut dia, UIN sejauh ini masih memprioritaskan rencana PTMT untuk mahasiswa angkatan baru. “Kalau untuk angkatan saya belum ada info,” jelasnya.

Lain halnya dengan Aji, Ulfah Khoriotunnisa justru masih menikmati proses PTMT. Sebab, ia baru berstatus sebagai mahasiswa Pascasarjana di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam beberapa pekan terakhir. “Aku sih lebih suka offline sejauh ini,” kata mahasiswa yang juga sudah dua kali vaksinasi itu.
Terpisah, Kepala Biro Humas dan Protokol Universitas Muhammadiah Yogyakarta (UMY) Hijriyah Oktaviani menyatakan pihaknya sudah memulai kembali PTMT. “Kami sudah mulai 20 September sampai 13 November,” katanya.

PTMT khusus diperuntukan untuk mahasiswa semester 1 dan 3. Pasalnya, mahasiswa yang sedang ada dalam semester tersebut masih belum memiliki kesempatan untuk melihat langsung kampusnya. Untuk teknis pelaksanaan PTMT, Hijriyah menyatakan setiap kelas hanya boleh diisi 40 persen dari kapasitas. Selain itu, sebelum dan selepas kegiatan PTMPT, setiap kelas juga dilakukan pembersihan. “Pokoknya, prokes itu harus benar-benar terpenuhi, termasuk juga penggunaan aplikasi PeduliLindungi,” lanjutnya.

Selain itu, menurut Hijriyah, UMY juga memberikan pedoman terhadap mahasiswa luar daerah yang akan datang ke DIJ untuk mengikuti PTMT. Termasuk soal pedoman menjalani isolasi mandiri, dan juga pedoman jika terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketika dikonfirmasi Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji memnpersilahkan kampus-kampus untuk menggelar perkuliahan secara tatap muka. Hanya dia mengingatkan saat ini masih kondisi terbatas. Belum diperbolehkan dibuka penuh seluruhnya. “Sudah banyak to yang kuliah tatap muka, seperti mahasiswa tingkat akhir atau yang harus praktek, sifatnya masih terbatas,” katanya.

Meskipun begitu, Aji meminta kampus tetap berhati-hati. Termasuk dengan memasang aplikasi PeduliLindungi di kampus. Juga mensyaratkan wajib vaksin bagi mahasiswa yang akan kembali ke kampus. Diakuinya, jika perkuliahan kembali dibuka ada risiko kembalinya mahasiswa dari luar daerah ke DIJ.

Untuk itu, mantan Kepala Disdikpora DIJ itu meminta kampus melakukan screening secara berkala. Mulai dari masuk DIJ hingga secara periodik melakukan tes antigen maupun PCR. “Kan gak mungkin screening di kos-kosan, bisa difasilitasi kampus,” tuturnya. (kur/pra)

Pendidikan