RADAR JOGJA – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) mengadakan sertifikasi kompetensi penyuluh pertanian level supervisor bagi alumni tahun akademik 2020/2021.

Kegiatan yang berlangsung 30 Agustus – 2 September 2021 tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) sangat apresiatif dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi sumber daya mahasiswa bidang pertanian memang harus dilakukan. “Peningkatan SDM yang profesional bisa dilakukan melalui pendidikan, pelatihan vokasi, maupun sertifikasi profesi. Salah satunya untuk penyuluh,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Dikatakan, Kementerian Pertanian, khususnya BPPSDMP, terus mendukung proses sertifikasi. “Sertifikasi SDM pertanian diberikan melalui proses uji komptensi yang sistematis dan objektif. Mengacu pada standar kompetensi kerja nasional, internasional, dan standar khusus,” ujar Dedi.

Ketua Tempat Uji Kompetensi (TUK) Polbangtan YoMa Jurusan Peternakan M. Rusliyadi PhD dalam laporannya menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupkan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh kampus.

Demi menghindari kerumunan, sertifikasi kompetensi kali ini dilaksanakan dalam dua gelombang. Total 134 alumni Polbangtan YoMa dari berbagai daerah di Indonesia menjadi peserta. Terdiri atas 68 orang gelombang 1. Sisanya, 66 orang, ikut gelombang 2. “Setiap asesor menguji 9 hingga 10 asesi,” jelas Rusliyadi di hadapan seluruh peserta.

Lebih lanjut, Rusliyadi mengatakan, kegiatan itu terlaksana berkat kerja sama Polbangtan YoMa dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kementerian Pertanian. Dengan menghadirkan delapan asesor berkompeten.

Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto mengatakan, job seeker dituntut untuk kompeten di bidang masing-masing. Dan keabsahan kompetensinya dibuktikan dengan sertifikat. “Tujuan dilakukannya asesmen ini untuk mengukur apakah ilmu yang didapat mahasiswa selama empat tahun di bangku kuliah benar-benar dikuasai dengan baik,” ujarnya saat pembukaan acara.

Sertifikasi profesi kompetensi level supervisor hanya bisa diikuti oleh peserta yang merupakan lulusan D-IV atau S-1.

Para peserta sertifikasi kompetensi diuji keterampilannya dalam 6 unit kompetensi. Mulai penyusunan program, penyiapan materi, penerapan media dan metode, evaluasi, hingga pengkajian.

Bambang berharap para peserta lulus sertifikasi dan kompeten seluruhnya. “Saya yakin semua peserta dalam ruangan ini dapat meraih hasil kompeten. Ikuti arahan asesor dan lengkapi seluruh barang bukti yang disyaratkan. Serta lakukan dengan serius dan sungguh-sungguh,” pesan Bambang kepada seluruh peserta.(*/yog)

Pendidikan