RADAR JOGJA –  Universitas Widya Mataram yang sebelumnya menempati alamat di Ndalem Mangkubumen, Kemantren Kraton, Kota Jogja pindah lokasi. Kini lokasi kampus ini berada di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Mingggu (5/9).

Peletakan batu pertama pembangunan kampus baru Universitas Widya Mataram (UWM) berjalan lancar. Acara dilaksanakan sesuai dengan standar protokol Kesehatan.

Rektor Universitas Widya Mataram Edy Suandi Hamid, dalam sambutannya mengatakan, pembangunan gedung kampus baru, dimaksudkan untuk memindahkan kegiatan perkulihan yang sebelumnya di daerah Mangkubemen ke daerah Banyuraden.

“Menempati Gedung Mangkubumen yang hisoris dan strategis, namun itu tidak didesain untuk perkuliahan. tidak memungkinkan untuk dimodifikasi secara substantif sehingga kurang kondusif untuk kegiatan  perkuliahan.” kata Edy Suandi Hamid.

Edy menambahkan pembangunan kampus baru Universitas Widya Mataram (UWM) berada di atas lahan seluas 26.209 M2. Pada tahap pertama akan memanfaatkan lahan 15.000 m2 untuk gedung rektorat tiga lantai seluas 2.520 M2 dengan 28 ruang, pendopo dengan luas 32 x 33 (1056 M2), gerbang kampus, area parker, dan taman dengan luas 5000 M2.

Sedangkan pada pembangunan tahap kedua, akan dibangun gedung perkuliahan 4 unit. Sporthall dan Amphitheater, dan Religious Center. “Mendekati Dies Natalis ke-39 Universitas Widya Mataram akan membuka program Pascasarjana hukum,”kata Rektor Universitas Widya Mataram Edy Suandi Hamid.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Mataram Jogjakarta  dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengungkapkan kampus baru ini, diharapkan akan memberikan perubahan kehidupan akademika Universitas Widya Matram.

“Mudah-mudahan pada peletakan batu pertama ini kita juga dapat menanamkan tekad bahwa budaya adiluhung akan kita kembangkan dari kampus ini tanpa meninggalkan kaidah-kaidah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Mahfud MD.

Gubernur DIJ,  HB X mengatakan kampus tidak hanya memberikan Pendidikan saja akan tetapi seharusnya memberikan dampak kemasyarakat.

“Bagi kami, kampus tidak sekedar simbol kependidikan di Yogyakarta, tetapi juga untuk memberikan nilai ekonomi dan menumbuhkan dinamisasi masyarakat,” ungkap HB X. (om5/sky)

Pendidikan