RADAR JOGJA- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2021 ini kembali menggelar sebelas seminar internasional yang dirangkum dalam International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI).

Tahun ini merupakan penyelenggaraan kali kelima acara tahunan yang melibatkan para akademisi dari seluruh dunia tersebut.

Sebelas seminar internasional (fokal) tersebut terdiri dari empat rumpun study. Yakni rumpun Health And Nursing: (1) ICMHS (5th International Conference of Medical and Health Science); (2) ICONURS (3rd International Conference on Nursing Studies).

Kemudian rumpun Agriculture And Engineering: (3) ICOSA (4th International Conference on Sustainable Agriculture); (4) ICONARD (2nd International Conference on Agribusiness and Rural Development); (5) ICITAMEE (2nd International Conference on Information Technology, Advanced Mechanical and Electrical Engineering).

Rumpun study selanjutnya, Economics, Accounting and Management: (6) ICAF (7th International Conference on Accounting and Finance); (7) ICOMS (7th International Conference on Management Sciences); (8) ICIEFI (5th International Conference on Islamic Economic and Financial Inclusion). Dan rumpun study keempat, Social Sciences: (9) ISSHERS (3rd International Symposium on Social, Humanities, Education, and Religious Studies); (10) ICISDE (2nd International Conference on Islamic Studies in Digital Era); (11) ICOELTICS (2nd International Conference on English Language Education and Linguistics).

Acara puncak ICoSI berlangsung Rabu dan Kamis, 25-26 Agustus 2021 secara daring. ‘’Karena melibatkan banyak conference, maka kami tetap harus melibatkan staf yang bertugas untuk memperlancarkan konferensi internasional ini,’’ kata Wakil Rektor UMY Bidang Akademik, Prof Sukamta, di UMY, Senin 23 Agustus 2021.

Dikatakan, agar pelaksanaan ICoSI berlangsung dengan aman, protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. ‘’Kami melakukan swab antigen hari ini (23/8) terhadap staf ICoSI yang nantinya akan hadir di UMY. Staf ICoSI yang kami swab sebanyak 320 orang,’’ kata Sukamta. Pelaksanaan swab antigen dilakukan di Lobby UMY Boga, Ringroad Barat dengan petugas swab dari Klinik Firdaus Jogja.

Sebanyak 320 staf panitia ICoSI tersebut berasal dari lingkungan UMY. Yakni dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pendidikan Bahasa, Fakultas Agama Islam, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Teknik.

Sedangkan ketua ICoSI 2021, Dr Yeni Rosilawati mengatakan pihaknya mendatangkan sebanyak 44 buah laptop untuk kelancaran acara dua hari tersebut. Panitia telah bekerja keras menyiapkan seminar daring tersebut agar bisa diikuti secara langsung oleh para peserta yang berasal dari beberapa negara lain.

‘’Peserta IcoSi, di antaranya berasal dari Japan, Malaysia, Sudan, India, The Philippines, Russia, Thailand, Australia, South Korea, Qatar, The United States, The United Kingdom, Taiwan, China, Pakistan, Azerbaijan, Canada, Algeria, Turkye, Saudia Arabia, dan Indonesia,’’ kata Yeni yang juga Staf Pengajar Ilmu Komunikasi, Fisipol, UMY ini.

Sampai Senin (23/8), panitia telah menerima sebanyak 1.400 abstracts dan lebih dari 940 presenters. Targetnya, kata Yeni, abstract yang diterima panitia tersebut akan dipublikasikan setidaknya ICOSI ISBN-indexed proceeding. Naskah terpilih akan dipublikasikan di jurnal terindeks Scopus, jurnal terindeks Sinta, dan jurnal internasional.

Pada saat pembukaan ICoSI, Rabu (25/8) akan ada empat keynote speaker. Yakni Professor Naren Chitty AM (Macquarie University’s, Soft Power Analysis and Resource Control/SPARC); Dr Yuko Harayama (University of Geneva, former Executive Member of the Council for Science and Technology Policy, Cabinet Office of Japan); Prof Sukamta (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta); dan Dr Ammar Abdul Aziz (Senior Lecturer in Agribusiness, School of Agriculture and Food Science, Australia).

UMY sebagai tuan rumah (host) ICoSI 2021. Namun ada beberapa universitas lain menjadi co-host, di antaranya: Guangxi University; International Islamic University Malaysia; Universiti Malaya; Universiti Sains Islam Malaysia; Western Sydney University; University of Malaya; Ubon Rachathani University; Tokyo Medical and Dental University; Qatar University; Tamkang University; dan Oita University. (iwa/sky)

Pendidikan