RADAR JOGJA – Setahun kerja sama ekonomi Indonesia-Australia, yang telah diratifikasi dan berlaku secara hukum di kedua negara menjadi bahasan dalam dialog virtual IABC (Indonesia Australia Business Council). Utamanya hubungan kerja sama di tengah berlangsungnya kondisi pandemi.

Dalam dialog secara daring pada Selasa (27/7), yang dimoderatori President National IABC George Iwan Marantika mengangkat tema “IA-CEPA (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) in the era of the Global Covid Pandemic”. Tema tersebut menjadi menarik karena tepat satu tahun sejak 5 Juli 2020 dari dampak global pandemic Covid-19 dan bagaimana implementasi kerja sama ekonomi ini.

Pembukaan dialog virtual disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri RI Dr Siswo Pramono. Dia berpendapat, implementasi IA-CEPA sangat penting tidak hanya bagi Indonesia dan Australia, namun juga bagi negara-negara ASEAN.

Indonesia dan Australia berkomitmen untuk menjaga negara-negara ASEAN dan Oseania. “Penerapan IA-CEPA dapat memperkuat dan meningkatkan investasi ke Indonesia serta dampak IA-CEPA terhadap peningkatan perdagangan dari Indonesia ke Australia dan ke negara-negara ketiga seperti negara di kepulauan pasifik signifikan dan strategis,” paparnya.

Sebagai keynote speaker Wakil Direktur Riset LPEM FEB Universitas Indonesia Dr Kiki Verico Ph.D menyampaikan pemikirannya tentang IA-CEPA berdasarkan penelitiannya berjudul “Measuring Bilateral Economic Relation: The Case of Indonesia-Australia”. Dia memaparkan kerangka logis perdagangan, FDI dan Reformasi Struktural melalui konsep sunset and sunrise industries sebagai “pilihan rasional”.

“Hubungan ekonomi Indonesia dan Australia tidak hanya bermanfaat bagi kedua negara tetapi juga bagi kawasan,” ungkapnya.

Beberapa panelis lainnya  memberikan kontribusi pemikiran. Seperti Senior Trade and Investment Commissioner Indonesia, Austrade, Sally Deane. Sally Deane berpendapat ada peningkatan signifikan permintaan dari sektor kesehatan, seperti vitamin, obat-obatan, dan alat kesehatan.

Menurut National President IABC George Iwan Marantika, kesimpulan dialog virtual pada hari ini membuktikan bahwa motivasi dan semangat dunia usaha di Australia dan di Indonesia tetap tinggi untuk meningkatkan investasi dan perdagangan antar kedua negara. “Walaupun saat ini kedua negara menghadapi tantangan ekonomi akibat dampak dari pandemic global Covid 19,” tuturnya. (om2/ila)

Pendidikan