RADAR JOGJA – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) andil dalam kegiatan studi banding Teaching Factory (TEFA) di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) 25-27 Juni 2021.

Wakil Direktur I Polbangtan YoMa Dr Ir Sujono MM menjelaskan, kegiatan tersebut dalam rangka pematangan pengelolaan TEFA di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) sekaligus tindak lanjut dari pembahasan pengelolaan TEFA di Jember 15-18 Juni 2021. “Polbangtan YoMa sebagai lembaga pendidikan vokasi perlu mengembangkan pengelolaan TEFA,” ujarnya.

Acara tersebut diikuti pula delegasi Polbangtan se-Indonesia dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Turut hadir Kepala Sub Koordinator Kelompok Kelembagaan Pusdiktan Vitri Aryanti SP MM.

Adapun delegasi Polbangtan YoMa yang hadir dari Jurusan Peternakan Kampus Magelang, antara lain, Ir Sunarsih MSc, Ir Andang Andiani Listyowati MSi, Nur Prabewi SPt MP, dan Dr drh Wida Wahidah Mubarokah MSc, dan Dr Ir Sujono MM. “Kegiatan saat itu field trip TEFA yang ada di Polinela,” tutur Sujono.

Ada lima dari 24 TEFA di Polinela yang menjadi objek field trip. Yakni seed teaching farm, produksi unggulan benih dan buah bentuk hati dan kotak (melon), polibronik (produksi unggulan ayam organik, pembibitan kelapa sawit, dan floriculture.

Sujono berharap, studi banding di TEFA Polinela bisa meningkatkan kualitas pengelolaan TEFA Polbangtan YoMa.

Hal itu sebagaimana amanat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program Kampus Merdeka.

Program tersebut memberikan mahasiswa kesempatan untuk belajar kepada siapa saja dan di mana saja.

Demikian pula bagi dosen untuk pengembangan ilmu dan kompetensinya. “Tidak hanya kepada dosen, mahasiswa bisa belajar di mana saja, misalnya di dunia industri atau dunia usaha (DUDI). Bahan ajar tidak hanya buku, tapi juga di lapangan. Karya mahasiswa tidak hanya akademik, tapi juga teknologi yang memecahkan masalah-masalah sosial,” papar SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menyatakan, melalui politeknik atau pendidikan vokasi akan terus berupaya menghasilkan SDM yang profesional, berjiwa wirausaha, dan nerdaya saing tinggi. “Salah satu indikasi keberhasilan dari pendidikan vokasi Kementan adalah output atau alumninya dapat diserap DUDI,” katanya.

Dedi menambahkan, melalui TEFA Kementan mengembangkan budaya kewirausahaan dan menumbuhkan kewirausahaan pada unsur-unsur satuan pendidikan dan peserta didik dengan tetap menjalankan fungsinya. Yakni sebagai lembaga pendidikan vokasi untuk mengoptimalkan faktor-faktor produksi. (*/yog)

Pendidikan