RADAR JOGJA – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) menjadi salah satu institusi andalan Kementerian Pertanian untuk mendidik dan meningkatkan minat dan kemampuan generasi muda di bidang pertanian. Termasuk membentuk karakter mereka.

Hal itu pula yang dilakukan Polbangtan Yogyakarta Magelang (YoMa). Pembangunan karakter dan minat dunia pertanian pada mahasiswa melalui pendidikan vokasi membuahkan hasil menggembirakan. Polbangtan YoMa berhasil menyabet dua medali emas dan dua perunggu pada ajang Forum Kerjasama Rohani Islam (Fokri) Games VII.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ada empat jurus jitu yang harus ditekankan dalam pendidikan vokasi. Yakni karakter, serta terciptanya generasi milenial bermental petarung, tidak mudah menyerah, dan memiliki jiwa yang tangguh.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menuturkan, pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi penerus. “Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya.

Sebagai upaya membentuk karakter positif, Kementerian Pertanian melalui Polbangtan memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk mengikuti berbagai ajang kompetisi. Salah satunya Fokri Games VII 2021.

Polbangtan YoMa pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut hingga berhasil meraih juara. Yakni juara 3 fotografi, juara 1 MTQ akhwat, juara 3 story telling, dan juara 1 tim nasyid akhwat.

Fokri Games VII diikuti oleh 26 Perguruan tinggi kedinasan se-Indonesia. Ada 10 cabang kegiatan yang diperlombakan. Yaitu karya tulis, dai, MTQ, kaligrafi, azan, story telling, fotografi, short movie, poster, dan nasyid akapela.

Pada gelaran kali ini PTDI-STDD Bekasi menjadi tuan rumah. Namun, seluruh rangkaian kegiatan dilakasanakan secara virtual dengan pertimbangan situasi pandemi Covid-19.

Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, event semacam itu harus sering diadakan sebagai ajang adu kreativitas dan menunjukkan prestasi mahasiswa di tingkat nasional. “Kreativitas dalam banyak aspek yang dieksplorasi dan dikembangkan oleh mahasiswa, merupakan bagian dari membangun keterampilan di samping kompetensi dan skill utama di bidang pertanian,” jelasnya.

Puncak acara Fokri Games VII ditutup dengan rangkain acara tablig akbar bersama Ustaz Doni Dion dengan tema “Membangun Karakter Pemudi Islami pada Generasi Milenial”. (*/yog)

Pendidikan