RADAR JOGJA – Sebanyak 1.560 dosen dan tenaga kependidikan dari 29 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-DIJ melakukan vaksinasi pada Senin (4/6). Ini merupakan vaksinasi Sinovac dosis kedua yang diselenggarakan selama 3 hari ke depan.

Ketua STMIK AKAKOM Totok Suprawoto berharap dengan diadakannya vaksinasi ini kuliah tatap muka dapat dijalankan dengan aman mulai September. ”Harapan kami imunnya lebih baik lagi. Mudah-mudahan dalam dua minggu meningkat. Awal bulan September dosen dan tenaga kependidikan memilliki tingkat kekebalan lebih baik sehingga menurunkan tingkat keterparaparan,” jelasnya.

Pemerintah pusat telah menetapkan kuliah tatap muka dapat mulai dijalankan pada Juli. Namun, pihaknya akan memulai kuliah pada September. Sebab, pada bulan tersebut baru akan dimulai semester baru.

Hanya saja, Totok belum dapat memastikan semua mahasiswa juga telah divaksin sehingga dia memberikan kelonggaran untuk tidak mengikuti kuliah tatap muka. ”Kami pun pada saat kegiatan luring kami memberikan kuesioner. Kalau diizinkan kami akan lakukan kegiatan luring. Kami akan laksanakan ada daring ada luring. Mudah-mudahan mahasiswa sudah mengikuti vaksinasi di daerah masing-masing,” jelasnya.

Dia pun tetap akan menerapkan protokol kesehatan dalam kuliah tatap muka yang akan dilaksanakan. Termasuk memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Selain itu, akan diadakan tes skrining bagi mahasiswa yang akan mengikuti kuliah.

Koordinator Vaksinasi Dosen dan Tenaga Kependidikan PTS Se-DIJ Ariesta Damayanti menjelaskan, dosis kedua ini diberikan 28 hari setelah dosis pertama. Sebab, beberapa dosen telah memasuki usia di atas 60 tahun sehingga diberlakukan mekanisme seperti vaksinasi lansia. Beberapa dosen telah mengikuti vaksinasi sebagai lansia sehingga tidak diikutkan lagi dalam program ini.

Ariesta berharap kehidupan bisa kembali berjalan normal setelah vaksinasi ini dilakukan. Menurutnya, perkuliahan tatap muka sangat penting dilakukan. ”Daring banyak kendala. Motivasi mahasiswa juga kurang,” jelasnya. (asa/ila)

Pendidikan