RADAR JOGJA – Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang prevalensinya terus meningkat. Kontrol pola makan yang baik memberikan dampak positif terhadap menurunnya beban metabolisme glukosa di dalam tubuh.

Hal itu disampaikan dosen Ilmu Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr dr Mahendro Prasetyo Kusumo, MMR., FISPH., FISCM., AIFO-K.

“Prinsip kontrol pola makan yang adalah mengatur jumlah, jenis dan jadwal makanan (kualitas dan kuantitas) sesuai dengan kebutuhan kalori dan gizi setiap individu,” tuturnya saat pemberdayaan kader di Sendangtirto, Berbah, Sleman Maret lalu.

Anggota tim pengabdian masyarakat Iman Permana, dr, M.Kes, Ph.D menambahkan, berdasarkan beberapa hasil penelitian, sebagian makanan yang dihidangkan belum menyajikan menu sehat yang seimbang. Makanan yang disajikan cenderung menu dengan menggunakan teknik pengolahan yang menggunakan minyak secara berlebihan serta jumlah sayur yang tidak sesuai rekomendasi.

Karena itu, dr Mahe dan tim melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Berbah, Sleman. Tujuan dari pengabdian masyarakat tersebut adalah meningkatkan perilaku hidup sehat berbasis pemberdayaan kader melalui untuk melakukan kontrol pola makan di wilayah di Desa Sendangtirto, Berbah, Sleman. “Diperlukan adanya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kontrol pola makan,” katanya.

Kepala Desa Sendangtirto, Berbah, Sleman Sardjono juga menyebut rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang penyajian menu sehat menjadi penyebabnya rendahnya perilaku kontrol pola makan. Diharapkan melalui pemberdayaan kader yang dilakukan dr Mahe dan tim dapat membantu masyarakat dalam mendampingi perilaku sehat untuk menyiapkan menu sehat sesuai rekomendasi. Kader sebagai tenaga sukarelawan berkontribusi membantu pemerintah desa dan Puskesmas dalam mendampingi masyarakat untuk berperilaku sehat.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan di Kalurahan Sendangtirto diawali dengan melakukan sosialisasi terkait kontrol pola makan. Sasaran sosialiasasi adalah seluruh kader di Kalurahan Sendangtirto. Tujuan sosialisasi adalah agar kader paham tentang pentingnya kontrol pola makan dalam pengendalian DM.

Dia menjelaskan,  setelah pemaparan materi, kader dilatih untuk melakukan pengolahan dan pemilihan makanan. Metode yang diguankaan sebagai media edukasi adalah menggunakan video youtube.

Untuk mengetahui keefektifan pengeloaan makanan terhadap pengendalian PTM, kader dibekali dengan alat pemeriksaan kesehatan dasar seperti sphygmomanometer (tensi meter), timbangan dan glucometer. Tujuan pemberian alat-alat tersebut agar kader dapat melakukan pemeriksaaan secara mandiri kepada penderita PTM di Kalurahan Bangunkerto. (*/pra/ila)

Pendidikan