RADAR JOGJA – Pengolahan sampah menjadi permasalahan yang kerap terjadi. Terutama dalam lingkup rumah tangga, baik itu di daerah perkotaan ataupun di lingkup desa. Kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya pengolahan turut menjadi dampak pada kebersihan lingkungan sekitar.

Selain itu, kurangnya keterampilan teknis mengakibatkan sampah yang dihasilkan dikalangan rumah tangga menjadi tidak terkelola dengan baik.

Merespon kondisi tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Bank Sampah Mitra Melati menggelar pelatihan terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Sekaligus memberikan motivasi terhadap nilai ekonomi dari pemanfaatan sampah rumah tangga tersebut.

Diikuti 25 peserta dari kelompok Bank Sampah Mitra Melati, kegiatan berlangsung di Tambak Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Sabtu (27/4).

Ketua Tim Abdimas UMY Muhammad Eko Atmojo SIP MIP menjelaskan, pengelolaan sampah keluarga sangat penting dilakukan. Sekertaris Jurusan Ilmu Pemerintahan UMY ini menyebut, tahap awal yang mudah sekali diterima oleh kalangan masyarakat dalam pengelolaan sampah keluarga adalah dengan memilah sampah.

“Tahap pemilahan ini penting dilakukan sebab dari sampah keluarga bisa dijadikan berbagai macam produk salah satunya kompos,” katanya.

Selanjutnya Jika sudah berjalan dengan baik, tambah Eko, maka pelatihan bisa diteruskan tentang bagaimana mengelola sampah tersebut menjadi bahan yang bernilai ekonomis. Seperti halnya tas p lastik, kerajinan, hiasan, dan sebagainya.

Eko mengungkapkan kegiatan yang berupa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat institusi pengelolaan sampah rumah tangga oleh komunitas, juga meningkatkan kesadaran mengurangi volume sampah yang dihasilkan setiap harinya.

Sementara itu, metode yang digunakan dalam pelatihan adalah metode presentasi yang berupa penyampaian materi dan metode simulasi praktikum agar peserta lebih memahami secara teknis cara pengolahan sampah secara lebih nyata.

Hadir sebagai narasumber, Sekretaris Paguyuban Bank Sampah DIJ Erwan Widyarto. Pada kesempatan tersebut Mantan Jurnalis Jawa Pos ini menyampaikan materi tentang cara mudah mengelola sampah rumah tangga.
Yakni dengan memisahkan sampah organik dan anorganik terlebih dahulu.

Selain itu, Pengurus Bank Sampah Griya Sapu Lidi Sidoarum, Godean ini juga menyampaikan bahwa pengurangan sampah bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Eko berharap dari kegiatan ini nantinya dapat terus dilakukan secara berkesinambungan melalui pendampingan secara terus menerus. Sehingga nantinya dapat tumbuh peran serta masyarakat berperilaku. Khususnya dalam pengelolaan sampah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman.

Selain itu, masyarakat bisa lebih paham dan sadar akan bahaya sampah, sehingga nantinya masyarakat bisa melakukan pengelolaan sampah dari diri sendiri. “Dengan adanya pemahaman akan bahaya sampah maka masyarakat bisa menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain, serta melestarikan bumi,” ungkapnya. (*/naf/ila)

Pendidikan