RADAR JOGJA – Ketua Pengabdian Masyarakat sekaligus Dosen Fakultas kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr. dr. Mahendro Prasetyo Kusumo, MMR., FISCM., FISPH menginisiasi pembentukan komunitas pasien DM melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Dr. Mahe menyebut, perlu strategi khusus untuk meningkatkan perilaku hidup sehat. Karena itulah dia menginisiasi gerakan tersebut pada Maret lalu.

“Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan model manajemen pengendalian DM dalam bentuk komunitas pasien DM yang diberi nama Gendhis Jawi,” ungkapnya.

Program pengabdian masyarakat ini, memberikan solusi kepada Pemkab Sleman. Program ini pertama kali dilakukan di Desa Sidokarto. Sebagai pilot project untuk padukuhan lain. Rumah Sehat ”Gendhis Jawi” merupakan salah satu strategi yang komprehensif untuk membantu pemerintah daerah dengan melibatkan masyarakat langsung dalam mengendalian glukosa darah. “Selain peran aktif masyarakat, diperlukan juga peran aktif pemerintah daerah dan pemerintah desa,” jelasnya.

Pemerintah daerah, lanjut dia, telah memberikan kemudahan kepada setiap masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan melalui Puskesmas. Keterlibatan Puskesmas dalam melatih Kader sebagai tenaga kesehatan sukarea sangat diperlukan. Selain itu Puskesmas memiliki tanggungjawab untuk mendampingi Kader dalam memberikan layanan kepada masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.

“Diharapkan melalui program rumah sehat “Gendhis Jawi” dapat membantu masyarakat Desa Sidokarto untuk menerapkan perilaku hidup sehat,” ujar dr. Mahe.

Sementara itu, Kepala Desa Sidokarto Istiyarto Agus Sutaryo, SE menyambut baik program dari dr. Mahe, karena penderita DM di wilayahnya cukup banyak dan sebagian besar tidak paham cara mengendalikan penyakit tersebut. “Kami berharap, dengan adanya program ini bisa mengurangi jumlah DM dan komplikasinya. Minimal untuk penderita DM di Kalurahan kami, kondisinya makin baik karena ada pemantauan dari para kader,” ujarnya.

Setiap kader yang terlibat di program Gendis Jawi dilatih tentang cara mengendalikan DM dan komplikasinya. Mereka dilatih untuk melakukan pemeriksaan glukosa darah. Tujuan dari pelatihan tersebut, meningkatkan pengetahuan kader tentang tanda dan gejala, penyebab, faktor risiko dan pengobatan DM, meningkatkan ketrampilan kader tentang penggunaan stik pemerinksaan glukosa darah. Kemudian meningkatkan ketrampilan kader tentang teknik komunikasi yang baik sebagai edukator DM, dan meningkatkaan kemampuan dalam mengkoordinasikan permasalahan yang muncul kedada instansi terkait.

Program Gendis Jawi merupakan salah satu luaran hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat. Program ini merupakan salah satu program yang dapat menjadi solusi dalam mengendalikan DM khususnya diarea pedesaan. Gendhis Manis merupakan program yang khusus bertujuan mengendalikan DM dan komplikasinya. Program ini dilaksanakan berbasis pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mengendalikan DM. (*/pra/ila)

Pendidikan