RADAR JOGJA – Pimpinan Pusat Perkumpulan Keluarga Besar Tamansiswa (PP PKBTS) memberikan pernyataan pendidikan dan kebangsaan terkait Pendidikan, Pancasila dan Jiwa Kebangsaan. Hal itu disampaikan Ketua Umum PP PKBTS Ki Prof Dr Cahyono Agus, sehubungan dengan isu terkait carut marut peraturan di bidang pendidikan. Yang terakhir adalah dengan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan tertanggal 30 Maret 2021.

PP PKBTS menyatakan bahwa dalam UU No. 20/2003 Sisdiknas, terdapat beberapa pasal dan ayat yang telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan begitu tidak mempunyai kekuatan hukum lagi. Terdapat pasal yang secara substantive bertentangan dengan jiwa Pancasila dan cenderung liberalistik, serta pelajaran Pancasila tidak ditetapkan sebagai pelajaran wajib, sehingga perlu direvisi.

Ki Cahyono Agus menyatakan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai tujuan NKRI pada Pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Ini perlu dikembangkan Omnibus Law tentang mencerdaskan kehidupan bangsa.

”Setidaknya menyinkronkan UU Sisdiknas, Guru dan Dosen, Perpustakaan, Gerakan Pramuka, Perguruan Tinggi, Keinsinyuran, Pendidikan Kedokteran, SistemPerbukuan, Pesantren, Cagar Budaya. Juga Karya Cetak dan Karya Rekam, UU Sisnas IPTEK, Pemajuan Kebudayaan, Kepemudaan, Sistem Keolahragaan Nasional. Termasuk di dalamnya UU Keuangan Negara, Pemerintah Daerah, Perbendaharaan Negara, Perfilman, Kepariwisataan, dan Aparatur Sipil Negara,” jelasnya.

Pihaknya juga menilai Peraturan Pemerintah (PP) No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan tidak mencantumkan Pancasila dan Bahasa Indonesia sebagai materi dan muatan wajib kurikulum mulai dari jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Padahal, UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi telah mewajibkannya, dan profil pelajar Pancasila telah menjadi jargon misi Kemendikbud dalam Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2035, sehingga harus direvisi.

Menurut Ketua Umum PP PKBTS, Tamansiswa adalah salah satu mata air dan cahaya kebangsaan sehingga mendukung sepenuhnya Pancasila sebagai Dasar Negara. Juga sebagai sumber segala sumber hukum dan nilai-nilai karakter bangsa, sehingga mendukung Pancasila dan Bahasa Indonesia menjadi pelajaran atau mata kuliah wajib bagi setiap siswa pada seluruh tingkat pendidikan, namun dengan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan (edu-tainment, SariSwara).

Ki Cahyono mengatakan, PP PKBTS menjunjung tinggi Azaz Panca Darma Tamansiswa berupa kodrat alam, kemerdekaan (yang bertanggungjawab), kebudayaan, kebangsaan dan kemanusiaan sebagai roh genetik unggulan seluruh insan taman siswa. ”Semua itu relevan untuk dapat juga diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya. (*/ila)

Pendidikan