RADAR JOGJA – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengadakan vaksinasi massal Covid-19 di Gedung Thomas Aquinas UAJY, Kamis (15/4). Dalam vaksinasi massal ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DIJ, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Institut Teknik Nasional Yogyakarta (ITNY), Universitas Proklamasi 45 (UP 45), Stikes Wirahusada, serta Poltekkes BSI.

Vaksinasi massal ini diikuti oleh lebih kurang 1.200 peserta terdiri dari dosen, karyawan, dan purna tugas dari lima perguruan tinggi. Selain itu sebanyak lebih kurang 150 warga lansia di Dusun Kledokan dan Tambakbayan Babarsari, juga turut disertakan sebagai penerima vaksin.

Rektor UAJY Prof Ir Yoyong Arfiadi, M.Eng, PhD dalam sambutan pembukaan vaksinasi massal mengungkapkan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mendukung upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19 di antara masyarakat Indonesia. Selain itu dari sisi perguruan tinggi, sesuai dengan keputusan bersama 4 menteri yaitu Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri, dan Kemenkes.

”Saya kira pemerintah akan mulai membuka kegiatan perkuliahan bagi perguruan tinggi dalam waktu dekat, sehingga bagi kami ini adalah salah satu persiapan untuk kegiatan tersebut,” jelas Yoyong.

Selain itu, UAJY juga merencanakan untuk membuka proses belajar mengajar secara daring dan luring terbatas. Dengan begitu, jika kebijakan sudah bisa dibuka maka akan segera dimulai.

”Walaupun demikian kami akan melaksanakannya dengan prinsip fleksibilitas, baik bagi dosen dan juga bagi mahasiswa,” ujarnya.

Rencananya, lanjut Yoyong, akan ada dua macam kelas. Pertama, bagi dosen dan mahasiswa yang belum memungkinkan untuk melaksanakan kelas secara luring, maka akan diselenggarakan kelas secara daring. Tetapi bagi mahasiswa yang sudah dapat datang ke kampus, maka dapat mengikuti kelas luring terbatas.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Pencegahan, Pengendalian, dan Penyakit Dinkes Kabupaten Sleman, dr Novita Krisnaeni, MPH terus mengimbau kepada masyarakat untuk menaati protokol kesehatan. ”Kami mohonkan meskipun nanti sudah divaksin jangan terus meremehkan seperti wah aku sudah divaksin jadi tidak perlu pakai masker, tidak seperti itu. Protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan dan dipatuhi. Vaksinasi tidak menjamin diri kebal dari Covid-19, jika tidak dibantu dengan protokol kesehatan,” jelas dr Novi.

Koordinator Tim Penanganan Pemulihan Covid-19 UAJY B. Hengky Widhi Antoro, SH, MH mengungkapkan, UAJY telah melakukan persiapan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan vaksinasi, mulai dari pembuatan proposal permohonan pelaksanaan vaksinasi. Juga sosialisasi program vaksinasi dari pemerintah bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, sosialisasi jenis vaksin yang akan diberikan, hingga persiapan tata ruang untuk vaksinasi: seperti bilik vaksinasi, dan lain sebagainya.

”Ya, selain tadi ya, dari awal pembuatan proposal kemudian sosialisasi, bisa dilihat jika kami sudah mempersiapkan alur pelaksanaan vaksinasi. Selain itu persiapan lain tentu saja mengenai protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan menjaga jarak,” ungkap Hengky.

Kegiatan vaksinasi massal ini sebagai upaya perguruan tinggi untuk menyukseskan program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah. Dengan begitu, diharapkan dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 serta membentuk herd immunity. (*/ila)

Pendidikan