RADAR JOGJA – Koordinator Umum Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Daerah Istimewa  Jogjakarta (FBD) Yuda Laksana mengutuk keras tindakan apapun yang bisa mengancam stabilitas Nasional serta keutuhan NKRI,termasuk  radikalisme dan terorisme.

“Kami mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia dan civitas akademika untuk tidak takut dan tidak boleh kalah terhadap semua perilaku terorisme dan radikalisme yang terjadi di Indonesia,” jelasnya saat Pengukuhan dan Seminar Kebangsaan dengan tema Revitalisasi Gerakan Mahasiswa dengan Nilai-Nilai Kebangsaan Minggu (11/4).

Yuda meminta kepada apparat negara yang berwenang untuk menindak tegas tindak terorisme dan radikalisme sesuai dnegan hukum yang berlaku.

Ia pun mendukung penuh apparat keamanan POLRI, BNPT, dan TNI khususnya POLDA DIJ untuk bersikap tanpa ragu dalam menindak tegas terorisme dan radikalisme.

Pengukuhan dan Seminar Kebangsaan FBD digelar di Hotel Merapi Merbabu yang mana  tetap mematuhi Protokol Kesehatan. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh penting seperti kepala Balai Pemuda dan Olahraga DIJ, Demisioner Forum BEM DIJ, Koordinator Daerah DIJ, Koordinator Nusantara Wilayah Jawa, dan Presiden Mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM DIJ.

Dalam kesempatan ini, Forum BEM DIJ bekerjasama dengan Idham Samawi untuk menyampaikan materi mengenai “Nilai-Nilai Kebangsaan”.

Idham Samawi merupakan  tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh di Daerah Istimewa  Jogjakarta. Inti dari pemaparan beliau yaitu tidak ada yang tidak ada di Indonesia. Kita memang terdiri dari berbagai suku bangsa dan Pancasila lah yang menyatukan kita.

Selain itu Forum BEM DIJ juga bekerjasama dengan Polda DIJ  yang diwakilkan oleh Dirintelkam Kombes POL Tagor Hutapea untuk menyampaikan materi “Paham Intoleran, Radikalisme, dan terorisme” di pengukuhan dan seminar kebangsaan Forum BEM DIJ.

Pada materi kedua dapat disimpulkan bahwa sejarah Indonesia tidak lepas dari peran pemuda dan mahasiswa. Mahasiswa sebagai generasi bangsa diharapkan untuk tetap berkontribusi dan berinovasi dengan intelektual yang cerdas untuk melawan radikalisme dan terorisme. (asa/sky)

Pendidikan