RADAR JOGJA- Tertutup masker dan face shield, raut bahagia para wisudawan STMIK Akakom Yogyakarta tetap terpancar. Ucapan selamat dan tawa pun terdengar di tiap sudut.

Bertempat Bale Lantip, Banguntapan, Bantul, STMIK Akakom menggelar wisuda secara luar jaringan (luring). Pandemi Covid-19 yang belum usai, membuat gelaran disesuaikan dengan protokol kesehatan (prokes).

Ketua Panitia Wisuda STMIK Akakom Periode Ganjil 2020/2021, Nafisatul Lutfi menuturkan, pihaknya melakukan konsultasi dengan Satgas Kapanewon Banguntapan dan Polsek Banguntapan sebelum wisuda digelar.

Konsultasi dilakukan jauh hari guna memastikan petunjuk terpenuhi. “Jadi wisuda kali ini diikuti 135 wisudawan, 114 diwisuda luring, sisanya daring,” paparnya ditemui di sela pantauan wisuda Sabtu  (10/4).

Mengikuti petunjuk, wisuda luring digelar dalam lima shift. Di mana tiap shift terdiri dari 30 wisudawan. Selain itu, wisudawan hanya diperkenankan didampingi oleh satu orang. Sehingga gedung wisuda hanya berisi sekitar 60 orang.

“Selesai satu shift langsung pulang, ganti dengan shift selanjutnya. Selama proses (seluruh yang terlibat, Red) tidak boleh melepas masker. Kami juga bekali mereka dengan hand sanitizer dan face shield. Kami usahakan prokes berjalan dengan baik,” tegasnya.

Nafisatul Lutfi menambahkan, prosesi wisuda tetap memperhatikan kesakralan acara. Di mana tetap digelar sesuai dengan wisuda pada umumnya, hanya panitia tidak menghadirkan paduan suara.

“Pemindahan kuncir, tetap dilakukan, karena itu termasuk dalam prosesi wisuda resmi. Kami mencoba untuk tidak mengurangi. Cuma kami tidak dapat menghadirkan paduan suara, karena memang secara prokes tidak masuk. Jadi semua rekaman,” tambahnya.

Sementara itu,  Ketua Satgas Covid-19 STMIK Akakom, Edi Iskandar menuturkan, sehari sebelum wisuda, wisudawan dan pendamping wajib menjalani rapid test. Di mana hasilnya menjadi tiket masuk mengikuti wisuda. “Alhamdulillah lancar, sesuai yang direncanakan di awal,” ujarnya.

Salah satu wisudawan STMIK Akakom, Ramzy Bin Sulaiman mengaku sangat bahagia dengan terselenggaranya wisuda secara luring. Lantaran perjuangannya menempuh prodi Sistem Informasi selama 3,5 tahun jadi terasa lengkap. “Rasanya sangat senang, karena kebanyakan kampus lain masih daring. Sedangkan di sini sudah luring menggunakan prokes yang ketat,” katanya.

Kendati pemuda asal Ambon, Maluku ini harus datang ke acara wisuda seorang diri, dia tetap senang. Sebab keluarga, teman, dan rekan-rekannya tetap dapat menyaksikan prosesi saat dirinya di wisuda secara daring.

“Kalau datang dan kembali ke sana (Ambon, Red) jauh, terus ada larangan mudik juga. Live, ini disiarkan langsung melalui YouTube. Teman, keluarga dan lain pada nonton semua. Jadi support tidak secara langsung di tempat, tapi secara online juga,” ucapnya.

Ketua STMIK Akakom Ir. Totok Suprawoto, M.M., M.T mengapresiasi penyelenggaraan wisuda. Di mana dapat berjalan dengan baik dan lancar, kendati tetap harus meningkatkan diri.

“Untuk para wisudawan, di masa pandemi, tentu berhadapan dengan sesuatu yang sulit. Saya kira mereka harus all out dalam menghadapi tantangan yang demikian sulit. Sehingga mereka harus meningkatkan kemampuan diri. Saya berharap wisudawan dan wisudawati yang diwisuda hari ini bisa berhasil di lingkungan baru dan dapat menghadapi berbagai tantangan,” harapnya. (*/fat/sky)

Pendidikan